Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan hubungan baik yang terjalin dengan Indonesia menjadikan alasan Italia mau menghibahkan kapal induk Giuseppe Garibaldi atau KRI Sriwijaya-100.
"Italia menganggap kita mempunyai hubungan yang sangat baik dan emosionalnya cukup kuat, akhirnya dihibahkan lah kapal induk ini untuk Indonesia," kata Ali usai mengikuti upacara pemberian nama kapal induk dan pengibaran bendera Merah Putih di atas kapal induk tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.
Ali menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat hubungan Indonesia dan Italia berjalan harmonis.
Alasan lainnya karena Kementerian Pertahanan RI banyak membeli alutsista dari Italia.
"Kita juga telah banyak menggunakan produk-produk Italia ya, helikopter dan kapal Fregat yang lalu," kata Ali.
Berbagai kerja sama itu, lanjut Ali, membuahkan dampak baik bagi Indonesia, terutama di bidang pengembangan industri pertahanan (indhan) dalam negeri.
Dia pun mencontohkan kerja sama yang terjadi antara PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia dengan perusahaan asal Italia, yakni Fincantieri dalam memperbarui teknologi KRI Sriwijaya-100.
Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Indonesia mendapatkan kapal induk secara hibah dari Pemerintah Italia.
Kapal buatan galangan asal Italia, Fincantieri itu sebelumnya telah dipakai untuk mendukung kekuatan Angkatan Laut Italia.
Rico melanjutkan, penerimaan secara hibah itu tidak berarti membuat Kementerian Pertahanan tidak mengeluarkan uang sepeserpun.
"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata Rico.
Pewarta: Walda Marison
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.