Isu Palestina menjadi topik utama di Sidang Majelis Umum PBB 2026

Isu Palestina menjadi topik utama di Sidang Majelis Umum PBB 2026

Kamis, 24 September 2026 10:14 WIB

Image Print

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato dalam sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada 22 September 2026. ANTARA/Mehmet Ali Ãzcan - Anadolu Agency /pri. (ANTARA/Mehmet Ali Özcan - Anadolu Agency /pri.)

Moskow (ANTARA) - Upaya menghalangi Presiden Palestina dan delegasi Palestina menghadiri Sidang Majelis Umum PBB gagal, setelah isu Palestina menjadi salah satu topik utama dalam pidato delegasi internasional, kata juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh, Rabu.

Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka di New York pada 8 September. Seperti sebelumnya, Pekan Tingkat Tinggi akan digelar sebagai bagian dari rangkaian Sidang Majelis Umum PBB. Sementara, debat umum dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September 2026.

"Upaya mencegah Presiden Mahmoud Abbas ikut dalam Sidang Majelis Umum PBB dan berbicara atas nama Negara Palestina telah gagal karena isu Palestina telah menjadi topik utama dalam pidato delegasi Arab dan internasional," kata Abu Rudeineh, seperti dikutip kantor berita Palestina WAFA.

Dia mengatakan perwakilan sejumlah negara Arab, negara-negara Islam, dan negara lainnya menegaskan dukungan mereka pada hak rakyat Palestina atas kebebasan dan kemerdekaan di sidang Majelis Umum PBB.

"Palestina terus terwakili di kancah internasional, meskipun terdapat upaya untuk membatasi partisipasinya dalam kegiatan PBB," kata Abu Rudeineh.

Untuk kedua kalinya berturut-turut, Amerika Serikat menolak memberikan visa kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB secara langsung di New York.

Pada 17 September, Majelis Umum PBB mengizinkan Presiden Palestina tersebut menyampaikan pidato melalui sambungan video, seperti yang dilakukan setahun sebelumnya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Pewarta : Katriana
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.