Minggu, 27 September 2026 - 20:58 WIB
Jakarta, VIVA – Relawan pendukung Gibran Rakabuming Raka yang tergabung dalam jaringan nasional "Gibranku" menyampaikan keprihatinan mendalam atas minimnya suara dan pembelaan dari partai-partai politik terkait isu ijazah yang kembali diarahkan kepada Gibran.
Baca Juga
Ketua Umum Gibranku Ananta Agung Junaedy menegaskan bahwa kesetiaan politik tidak seharusnya hanya berlaku pada saat masa kampanye, pembagian kursi, atau penentuan peran strategis semata. Kesetiaan sejati, kata dia, harus hadir sebagai tameng pelindung saat tokoh yang diusung menghadapi serangan opini publik yang tidak berdasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami di akar rumput terus bergerak dan pasang badan, namun kami melihat hampir tidak ada pembelaan yang proporsional dari partai politik yang selama ini berdiri di barisan yang sama. Sangat disayangkan jika kalkulasi politik membuat kawan-kawan koalisi terkesan 'main aman' dan membiarkan tokohnya diserang sendirian. Kami ingin mengingatkan kembali kepada partai politik, kesetiaan itu diuji saat ada badai, bukan hanya saat laut sedang tenang," tegas Ananta dalam keterangannya, Minggu, 27 September 2026.
Baca Juga
Gibranku menyampaikan tiga poin yang ditujukan kepada partai politik koalisi. Pertama, partai politik koalisi harus konsisten dalam pembelaan. Tidak hanya bersedia menikmati hasil kerja keras politik bersama, tetapi juga berani memikul tanggung jawab untuk meluruskan disinformasi di ruang publik. Isu ijazah ini adalah bentuk serangan pembunuhan karakter yang harus dilawan secara kolektif, bukan malah dihindari demi zona nyaman.
"Martabat dan kesetiaan politik, koalisi yang sehat dan bermartabat dibangun di atas rasa saling percaya dan saling melindungi. Sikap diam dan langkah "main aman" dari parpol justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan relawan dan masyarakat luas mengenai ke mana arah sebenarnya kesetiaan partai-partai tersebut," katanya.
Baca Juga
Ketiga, sinergi elit dan akar rumput, relawan menuntut agar elit partai politik segera merapatkan barisan, membuang jauh-jauh sikap pragmatis, dan menunjukkan ketegasan di hadapan media.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Solidaritas di tingkat elite sangat krusial untuk menjaga ketenangan, moral, dan semangat juang para pendukung di tingkat bawah," ujarnya.
Gibranku memastikan bahwa barisan relawan di seluruh daerah akan tetap solid, tegak lurus, dan tidak akan terpengaruh oleh isu-isu negatif tersebut.
Halaman Selanjutnya
"Namun, kami berharap teguran ini dapat menjadi bahan refleksi bagi partai-partai politik koalisi untuk kembali menunjukkan komitmen serta kesetiaan mereka secara nyata kepada publik, bukan sekadar retorika di masa pemilihan," pungkasnya.