Bandarlampung (ANTARA) - Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu merancang kolaborasi pengembangan teknologi produksi tepung modified cassava flour (mocaf) berbasis riset untuk mendukung hilirisasi singkong dan memperkuat ekonomi desa.
"Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan sistem produksi, peningkatan kualitas tepung mocaf, serta pendampingan teknologi agar komoditas singkong memiliki nilai tambah yang lebih tinggi bagi masyarakat," kata Rektor Itera Prof Elfahmi saat dihubungi dari Bandarlampung, Rabu.
Ia menyampaikan bahwa singkong merupakan komoditas yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Itera telah lama mengembangkan riset hilirisasi singkong menjadi beragam produk bernilai tambah, termasuk mocaf.
Baca juga: Pemprov Lampung kembangkan industri "mocaf" untuk hilirisasi ubi kayu
"Kekayaan sumber daya alam Lampung perlu didukung oleh penelitian perguruan tinggi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan keberhasilan hilirisasi membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat. Untuk mencapai produksi yang efisien dan berdaya saing, diperlukan dukungan teknologi serta sistem produksi yang mampu meningkatkan produktivitas.
"Dalam kerja sama ini, Itera akan berperan melalui pendampingan teknologi, pembelajaran dan transfer pengetahuan, sehingga dapat menjadi katalisator pengembangan industri mocaf di Pringsewu. Itera juga optimistis pengembangan mocaf dapat menjadi fondasi lahirnya berbagai produk turunan berbasis singkong," kata dia.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah mendorong hilirisasi mocaf sebagai penggerak ekonomi desa.
Baca juga: Lampung dorong diversifikasi ubi kayu agar bernilai tinggi
Baca juga: BRIN paparkan potensi mocaf sebagai bahan pangan alternatif terigu
"Melalui program Kelompok Usaha Mocaf (Kompak), Pemkab Pringsewu menargetkan setiap desa memiliki satu unit usaha ekonomi berbasis mocaf. Saat ini, pengembangan mocaf masih didominasi pelaku UMKM dengan dua sentra usaha yang telah beroperasi," kata dia.
Ia mengatakan bahwa tantangan utama adalah kebutuhan tepung mocaf berkualitas tinggi dengan ukuran mesh 100, sehingga diperlukan dukungan teknologi pengolahan, terutama teknologi penyaringan yang lebih maju untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.
"Melalui kolaborasi ini, Itera dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu berkomitmen mengembangkan hilirisasi singkong berbasis riset dan inovasi guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperkuat ekonomi desa, serta mendorong kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.