Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 20 September 2026, 08:30 WIB

Jargas Gresik dan Sidoarjo memasuki tahap persiapan pengoperasian. BPH Migas menyiapkan penetapan harga untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.
AKURAT.CO Pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki tahap persiapan pengoperasian.
Sebagaimana diketahui, jargas merupakan salah satu program prioritas nasional di bidang ketahanan energi. Pemerintah menargetkan pembangunan 1 juta jargas hingga tahun 2028 sebagai bagian dari upaya menuju swasembada energi nasional.
“Hari ini kami hadir untuk memastikan kesiapan pengoperasian jargas yang dibangun melalui APBN, sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG (Liquified Petroleum Gas),” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman dikutip dari laman BPH Migas, Minggu (20/9/2026).
Baca Juga: Proyek Jargas Dikebut, Ditargetkan 1,45 Juta Sambungan Rumah Baru hingga 2029
Sejalan dengan persiapan pengoperasian tersebut, BPH Migas telah melakukan sejumlah langkah untuk mendukung pemanfaatan jargas di Gresik dan Sidoarjo.
Salah satunya melalui forum diskusi terbuka (public hearing) bersama pemangku kepentingan sebagai bagian dari proses penetapan harga jargas.
Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono menjelaskan, proses penetapan harga tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat kesiapan pengaliran serta pemanfaatan jargas oleh masyarakat.
“Kunjungan ke jargas Sidoarjo dan Jargas Gresik dalam rangka persiapan pengaliran. BPH Migas telah melakukan public hearing untuk penetapan harga kedua jargas tersebut. Mudah-mudahan harga jargas tersebut dapat segera ditetapkan dan juga nanti akan dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.
Arief menjelaskan, BPH Migas memiliki tugas menentapkan harga jargas untuk rumah tangga (RT) dan pelanggan kecil (PK) dengan mempertimbangkan nilai keekonomian Badan Usaha serta daya beli masyarakat.
Jargas Gresik dan Sidoarjo juga telah dimanfaatkan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Baca Juga: Qodari Beberkan Manfaat Jargas: Pasokan Terjamin, Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Hemat
“Selama ini masyarakat Sidoarjo dan masyarakat Gresik telah mendapat manfaat dari jargas dan juga menikmati dengan harga yang cukup baik dibandingkan penggunaan LPG tiga kilogram,” tutur Arief.
Secara nasional, pembangunan jargas melalui APBN 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 SR di 15 kabupaten/kota. Di Jawa Timur, sebanyak 33.961 sambungan rumah (SR) telah dimanfaatkan masyarakat, terdiri atas 4.000 SR di Gresik dan 29.961 SR di Sidoarjo