Jakarta -
Menjelang HUT ke-81 RI, Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau Munasprok bisa menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Jakarta yang bisa dikunjungi. Di sini, traveler bisa tapak tilas dan mengunjungi sejumlah spot yang menyimpan cerita di balik perumusan kemerdekaan Indonesia.
Museum yang dulu rumah Laksamana Muda Maeda itu menjadi salah satu bangunan bersejarah kaitannya denagan kemerdekaan Indonesia. Bangunan bersejarah tersebut berada di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat.
Munasprok cukup ramai dikunjungi berbagai kalangan. Salah satu pengurus Munasprok, Annisa, mengatakan kalau pengunjung yang datang bukan hanya orang dewasa dan mahasiswa, tetapi juga rombongan pelajar mulai dari SD, SMP hingga SMA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang tua juga sempat beberapa, anak muda juga lumayan banyak, mahasiswa, anak SMA, itu juga lumayan banyak. Kalau anak-anak SD itu biasanya rombongan," kata Anissa.
Bagi traveler yang datang, ada beberapa bagian museum yang paling sering menarik perhatian. Salah satunya adalah ruang perumusan naskah yang dilengkapi patung tokoh Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebarjo yang menggambarkan proses penyusunan naskah proklamasi.
Selain itu, ada pula ruangan berisi mesin ketik dan patung Sayuti Melik yang menjadi salah satu spot favorit pengunjung.
Annisa mengatakan dua bagian tersebut termasuk yang paling sering ditanyakan pengunjung ketika berkeliling museum.
"Paling tertarik sama mesin ketik, sama ruangan yang perumusan," kata Annisa saat dijumpai detikTravel pada Jumat (14/08/2026).
Pengunjung juga bisa melihat bunker yang berada di area museum. Annisa menceritakan bahwa bunker tersebut merupakan bangunan yang dulunya dijadikan tempat bersembunyi dan kini berupa ruangan bawah tanah yang kosong. Area masuk bunker cukup sempit, yakni seukuran dua orang dewasa dan tingginya sekitar dua meter.
Di dalam bunker, tingginya hanya 180 cm dan bentuknya unik berupa segi enam. Menariknya, bukan hanya ruang dan benda yang berkaitan dengan proses perumusan naskah yang bisa dilihat. Ada pula koleksi plakat dan prangko yang digunakan dalam penyambutan Pemahkotaan Raja George pada 1937.
"Kalau saya pribadi saya suka banget sama koleksi yang ini (plakat dan prangko), soalnya dia itu satu-satunya pajangannya asli, dia udah ada dari zaman Raja George" cerita Annisa. Ada cerita unik dari salah satu pengunjung, Keiza, yang justru tertarik pada kamar mandi di museum. Dia menjelaskan mulai dari kloset, bak mandi, hingga wastafel di museum ini ternyata punya warna yang lucu.
"Justru yang menurut aku paling menarik itu malah bagian bagian kayak toilet yang di atas itu karena warnanya juga lucu, nggak kebayang zaman dulu tuh juga warna-warna yang sekarang disukain tuh ternyata tuh dipakai juga di zaman dulu," kata Keiza saat ditemui detikTravel pada Jumat (14/8).
Menjelang peringatan HUT ke-81 RI, museum juga menggelar kegiatan Tapak Tilas 2026 pada 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan sejumlah aktivitas seperti pengibaran bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Setelah itu, akan ada rombongan dari Museum Joang 45 yang datang ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Selanjutnya, rombongan akan berjalan bersama menuju Tugu Proklamasi.
Kegiatan itu terbuka untuk umum. Untuk pendaftaran sudah ditutup, tetapi pengunjung bisa ikut menyaksikan. Selain kegiatan Tapak Tilas 2026, terdapat pula rencana pameran fotografi dan uang yang mulai berlangsung pada 16 Agustus.
Dua pameran sekaligus digabung bisa disaksikan di bangunan berwarna merah bata, tepatnya di samping Munasprok. Semarak perayaan kemerdekaan lebih seru ketika traveler bisa memasukkan Museum Perumusan Naskah Proklamasi ke daftar tujuan.
Berkeliling museum nggak cuma soal menonton benda lama, tetapi juga mengajak pengunjung membayangkan kembali suasana ketika sejarah kemerdekaan sedang dirumuskan.