"Kehadiran para dokter spesialis ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Dompu sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD,"
Dompu (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menambah lima dokter spesialis untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah.
Direktur RSUD Dompu dr. Fitratul Ramadhan, Sp.P, saat dikonfirmasi ANTARA, Selasa, mengatakan penambahan tenaga medis tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan spesialistik yang selama ini paling banyak dibutuhkan.
"Kehadiran para dokter spesialis ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Dompu sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD," katanya.
Ia menjelaskan lima dokter spesialis yang mulai bertugas terdiri atas satu dokter berstatus aparatur sipil negara (ASN), yakni spesialis penyakit dalam, serta empat dokter berstatus tenaga kontrak Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Kelima dokter tersebut meliputi spesialis penyakit dalam, anestesi, jantung, telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dan bedah.
Menurut Fitratul, penambahan tenaga spesialis difokuskan pada layanan yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.
"Selama ini, keterbatasan dokter spesialis menyebabkan sebagian pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Bima maupun Mataram untuk mendapatkan penanganan lanjutan," ujarnya.
Salah satu layanan yang diperkuat ialah spesialis THT. Sebelumnya, layanan poli THT hanya tersedia satu kali dalam sepekan sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
"Dengan dokter spesialis THT yang baru, pelayanan tersedia setiap hari kerja. Dokter juga dapat melakukan visite pasien rawat inap dan tindakan operasi, termasuk operasi amandel yang selama ini sering dirujuk ke luar RSUD Dompu," katanya.
Selain layanan THT, RSUD Dompu juga memperkuat pelayanan bedah melalui penambahan dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis bedah untuk mendukung tindakan operasi. Sementara kehadiran dokter spesialis jantung dan penyakit dalam diharapkan memperluas layanan penanganan penyakit kardiovaskular maupun penyakit nonbedah di rumah sakit tersebut.
Fitratul mengatakan penambahan dokter spesialis diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien, mengurangi waktu tunggu pelayanan, sekaligus menekan angka rujukan ke luar daerah sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan spesialistik di Kabupaten Dompu.
Meski demikian, RSUD Dompu masih membutuhkan tambahan dokter spesialis anak, dokter spesialis gigi dan mulut, serta dokter spesialis rehabilitasi medik untuk melengkapi layanan kesehatan.
"Kami masih membutuhkan beberapa dokter spesialis. Insya Allah dalam dua tahun ke depan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi sehingga layanan kesehatan di RSUD Dompu semakin lengkap," katanya.
Ia berharap penguatan sumber daya manusia kesehatan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Dompu.
Adapun lima dokter spesialis yang kini bertugas di RSUD Dompu yakni dr. Tommi Faruq Nahdi, Sp.PD (spesialis penyakit dalam), dr. Muhammad Nur Anas, Sp.An-TI (spesialis anestesi), dr. Ganda Wibowo, Sp.JP, FIHA (spesialis jantung), dr. Sapta Faradillah, Sp.THTBKL (spesialis THT), dan dr. Nur Hidayatullah, Sp.B, FINACS, AIFO-K (spesialis bedah).
Baca juga: RSUD Dompu catat 11 pasien HIV dirawat hingga Juni 2026
Baca juga: Polisi amankan terduga pelaku penganiayaan dengan anak panah di Dompu
Baca juga: RSUD Dompu gandeng Kejari untuk pendampingan hukum pembangunan fasilitas
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026