Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) tengah berupaya mempercepat perbaikan kerusakan kabel optik bawah laut (putus serat sebagian) di jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai. Restorasi dilakukan sebagai langkah preventif, bukan karena adanya putus total jaringan.
Dari hasil pemantauan, anomali terjadi menyusul adanya gempa bumi dengan magnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026. Selain itu juga terdapat beberapa kali gempa kuat di segmen Melonguane-Morotai.
Wilayah yang terdampak dari kendala ini adalah Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna), Kabupaten Kepulauan Talaud (Melonguane), dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro/Sitaro (Ondong Siau).
Kerusakan terdeteksi pada kedalaman 3.400 meter dengan jarak berkisah 95 km dari Terminal Station (TS) Morotai. Dengan kondisi laut tersebut membuat proses perbaikan cukup kompleks dan memerlukan kapal khusus dengan kemampuan deep-sea cable laying and jointing.
Sementara itu, pembaruan jadwal kerja (Plan of Work) telah ditetapkan. Kapal perbaikan akan mulai bergerak dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026.
Selama pengerjaan, akan ada estimasi periode kritis pemutusan layanan yang berkisar sekitar 12 hari. Target untuk layanan kembali pulih pada 11 Agustus 2026 mendatang.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia," jelas Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi Darien Aldiano, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (24/7/2026).
Selama proses perbaikan, BAKTI menyiapkan langkah mitigasi. Yakni dengan mengoptimalkan layanan akses internet yang telah tersedia dengan satelit SATRIA 1.
Jumlahnya mencapai 286 titik, dengan perincian 106 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 28 titik di Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan 132 titik lokasi di Kabupaten Talaud.
Optimalisasi dilakukan dengan meningkatakan kapasitas bandwidth pada titik layanan tersebut. Kenaikannya bervariasi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah dari 50 Mbps, 100 Mbps dan 150 Mbps.
(dem/dem)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]