Kabupaten Cirebon edukasi warga cegah kebakaran selama musim kemarau - ANTARA News Jawa Barat

Cirebon (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan sebagai upaya mencegah meningkatnya kebakaran lahan selama musim kemarau pada 2026.

Kepala DPKP Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra di Cirebon, Selasa, mengatakan sebagian besar kebakaran lahan, semak belukar, dan tumpukan sampah liar yang terjadi saat ini dipicu kelalaian masyarakat.

“Rata-rata karena oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka membakar sampah lalu ditinggal, sehingga api mudah merambat ketika terkena angin kencang,” katanya.

Ia menjelaskan peningkatan laporan kebakaran mulai terjadi sejak awal Juli 2026, dengan intensitas empat sampai lima kejadian dalam sehari.

Menurut dia, kondisi musim kemarau dengan lahan yang mulai mengering membuat api lebih cepat membesar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.

“Musim kemarau panjang ditambah angin kencang membuat potensi kebakaran semakin tinggi, terutama di area semak belukar dan lahan kering,” ujarnya.

Berdasarkan catatan DPKP Kabupaten Cirebon, hingga Juli 2026 terdapat 37 kejadian kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang, atau hampir menyamai total kejadian sepanjang 2025 yang mencapai 42 kasus.

"Secara keseluruhan, kami mencatat 125 kejadian kebakaran dari Januari sampai Juli 2026 yang terdiri atas kebakaran rumah, pabrik, toko, lahan, kendaraan, dan fasilitas umum.

Dadang mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi selama musim kemarau, yaitu Sumber, Weru, Pangenan, Greged, dan Ciledug.

Ia menuturkan DPKP terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.

“Jangan membakar sampah sembarangan. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” katanya.

Ia mencontohkan kebakaran akibat pembakaran sisa pakan rumput yang ditinggalkan warga hingga api merembet dan menyebabkan kandang terbakar, bahkan delapan ekor kambing mati.

Selain larangan membakar sampah, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok di area kering karena bara api kecil dapat memicu kebakaran besar.

“Sepuntung rokok saja bisa menyebabkan kebakaran dahsyat di daerah semak belukar yang kering. Kami meminta masyarakat saling menjaga selama musim kemarau,” ujarnya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.