Kabupaten Kudus targetkan zero stunting tahun 2030
Sabtu, 29 Agustus 2026 13:29 WIB
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama jajaran dan Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Achmad Budiharto meresmikan pembukaan "Festival Keluarga Sehat 2026" di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menargetkan zero stunting atau tengkes pada tahun 2030, menyusul adanya dukungan swasta melalui "Festival Keluarga Sehat 2026" serta dukungan intervensi pemerintah daerah untuk menekan kasus tengkes.
"Festival keluarga sehat tidak hanya sekali, melainkan sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Tentunya turut mendukung upaya pemerintah daerah memerangi tengkes. Berkat kolaborasi dengan Djarum Foundation melalui sejumlah program keluarga sehat mampu menurunkan kasus tengkes secara signifikan," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat pembukaan "Festival Keluarga Sehat 2026" di Alun-alun Kudus, Sabtu.
Pada tahun 2025, kata dia, jumlah kasus tengkes di Kabupaten Kudus mencapai 4,08 persen, sedangkan per Juli 2026 turun menjadi 3,04 persen.
Pemkab Kudus, kata dia, bersama jajaran Puskesmas, pegiat kesehatan, bidan desa, serta Babinsa maupun Bhabinkamtibmas akan bekerja maksimal cegah stunting di tingkat desa hingga rukun tetangga (RT).
Termasuk, kata dia, melalui program resik dan sehat (SIKAT) untuk mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan, termasuk sanitasinya guna mencegah kasus tengkes.
Menurut dia kolaborasi sejumlah pihak menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan Generasi Emas 2045.
"Kami menargetkan terbebas dari stunting di tahun 2030. Guna mencapai target tersebut, sehingga masyarakat harus diberi pemahaman sejak dini untuk menumbuhkan kesadaran tentang kesehatan dan lingkungan sehingga bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Menurut dia ada beberapa intervensi-intervensi, baik dari Djarum Foundation maupun dari Dinas Kesehatan Kudus maupun dari relawan maupun dari semua komponen masyarakat. Baik lewat makanan, edukasi, keluarga sehat, maupun lingkungan sehat. Termasuk pengetahuan dari ibu baik itu waktu hamil sampai melahirkan ada pengawalan dari pemerintah.
Ia juga meminta Puskesmas terus bergerak, karena nantinya juga akan dipantau untuk melihat progres dan dampaknya terhadap upaya penurunan stunting guna merealisasikan tahun 2030 bebas tengkes.
Sementara itu, Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Achmad Budiharto mengungkapkan festival keluarga sehat di Kudus menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran kesehatan masyarakat secara konsisten.
"Angka penurunan stunting yang terjadi di Kudus sejak festival keluarga sehat mulai bergulir di tahun 2024 menjadi pelecut semangat kami untuk berbuat lebih banyak lagi. Target Pemkab Kudus bebas dari stunting di tahun 2030 tentu target yang realistis melihat antusiasme publik yang tumbuh dari tahun ke tahun," ujarnya.
Ia berharap Kudus menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam penanganan kesehatan dan juga stunting. Untuk itu, pihaknya siap mendukung untuk menjadikan Kudus zero stunting di tahun 2030.
"Kami mulai membiasakan supaya orangtua tahu yang terbaik untuk putra-putrinya. Pada intinya, kami ingin memberi kontribusi positif bagi warga Kudus, karena kami lahir dan besar di Kudus," ujarnya.
Field Promotion Manager, Danang Adityo Pramandaru mengatakan festival keluarga sehat sengaja dikemas dalam suasana yang menyenangkan agar masyarakat dapat memperoleh pengalaman mengenai kesehatan sekaligus menikmati waktu bersama keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam mengatakan festival keluarga sehat memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman keluarga mengenai kesehatan anak, khususnya pada usia dini.
Menurut dia pencegahan stunting membutuhkan pemantauan ketat sejak masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), termasuk dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi serta pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.
"Sebenarnya standar maksimal stunting yang direkomendasikan oleh WHO adalah di bawah 10 %. Kita bersyukur Kabupaten Kudus sudah di angka 3 %. Ini suatu prestasi yang luar biasa dan kita harus maksimalkan. Jadi kita targetnya bagaimana nanti secara bertahap di 2027 mencapai 2 %, 2028 sampai 2029 mungkin ya 0,3 % atau 0,9 %, karena memang pasti masih akan ada (stunting). Tapi kami usahakan bersama nanti bagaimana menembus 0 % sesuai target pak Bupati di 2030," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.