Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Kabupaten Sidoarjo meraih predikat Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar setelah memenuhi seluruh indikator berdasarkan verifikasi lapangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kemenkes drg. Sulvy Dwi Anggraini, dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Kamis, menyatakan predikat tersebut diperoleh setelah tim verifikasi lapangan Kemenkes melakukan penilaian di 12 desa dan kelurahan yang tersebar pada enam kecamatan serta menyatakan seluruh indikator STBM 5 Pilar telah terpenuhi.
"Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar. Komitmen ini dibangun dari kesadaran kolektif dengan kolaborasi lintas sektor yang luar biasa," kata Sulvy.
Sulvy menjelaskan hasil verifikasi menunjukkan 100 persen kepala keluarga telah menghentikan praktik buang air besar sembarangan, 97 persen membiasakan cuci tangan memakai sabun, dan 89 persen mengelola air minum serta makanan rumah tangga secara aman.
Selain itu, menurutnya, sebanyak 83 persen kepala keluarga telah menerapkan pengamanan sampah rumah tangga, sedangkan 72 persen melaksanakan pengamanan limbah cair rumah tangga sesuai indikator STBM.
Capaian tersebut, Sulvy menyebut, mampu mengantarkan Sidoarjo menjadi kabupaten kelima dari 38 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur yang berhasil memenuhi seluruh indikator STBM lima pilar.
Di sisi lain, Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat.
Ia menilai penerapan STBM harus terus dipertahankan sebagai budaya masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
Subandi juga meminta camat, kepala desa, dan jajaran puskesmas terus mengawal penerapan perilaku hidup bersih dan sehat mengingat Sidoarjo merupakan daerah urban dengan kepadatan penduduk yang tinggi.
"Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Jangan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi bagaimana kolaborasi ini terus dijaga agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," ujar Subandi.
Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.