Kaltim dan BNPB terapkan operasi udara estafet tekan karhutla - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan strategi operasi udara dinamis melalui pengerahan helikopter pengebom air (water bombing) secara estafet untuk menekan lonjakan jumlah titik api dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Rabu, mengatakan pola operasi tersebut menyesuaikan perkembangan titik panas (hotspot) dan kondisi kebakaran di lapangan guna menekan lonjakan titik api (firespot) aktif.

"Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak kabut asap yang lebih besar," kata Buyung pada rapat operasi udara yang digelar secara hibrida bersama BPBD kabupaten/kota, BMKG, dan satgas gabungan.

Ia menjelaskan, setelah melakukan patroli dan pengeboman air di wilayah Samarinda pada Selasa (8/9), fokus pemadaman udara pada Rabu (9/9) diarahkan ke Kabupaten Kutai Kartanegara, mencakup wilayah pantai hingga luar pantai, guna mendukung tim darat yang melakukan pengecekan lapangan (ground check).

Buyung meminta kesiapsiagaan dari kabupaten lain mengingat skenario pemadaman udara akan digeser secara estafet ke wilayah barat dan utara Kaltim.

"Kami mohon BPBD Kutai Barat bersiap menetapkan titik lokasi sasaran karena rencana besok operasi digeser ke Kutai Barat. Jika belum memungkinkan, opsi cadangan diarahkan ke Penajam Paser Utara dan Paser, baru kemudian berlanjut ke Berau," katanya.

Sementara itu, Pendamping Penanggulangan Karhutla BNPB untuk Kalimantan Timur Riski mengapresiasi dedikasi seluruh Satgas Gabungan di daerah dan menekankan pentingnya akurasi data koordinat harian untuk mendukung efektivitas helikopter pengebom air.

"Kami sangat membutuhkan pembaruan laporan dari daerah setiap harinya, terutama pada pagi dan sore hari. Data presisi hotspot dan firespot tersebut sangat vital bagi tim udara dalam menentukan target pengeboman air secara tepat dan efektif di lapangan," kata Riski.

Melalui pola pergerakan estafet lintas sektor ini, Pemprov Kaltim bersama BNPB berkomitmen memutus rantai penyebaran titik api secara terukur selama musim kemarau demi menekan risiko dampak kabut asap di wilayah tersebut.

Pewarta: Arumanto
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.