Senin, 21 September 2026 - 17:06 WIB
Jakarta, VIVA – Analis politik dan hukum, Boni Hargens, memberikan apresiasi terhadap pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pembukaan The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Minggu, 20 September 2026.
Baca Juga
Boni menilai langkah tersebut bukan sekadar kebijakan teknis biasa, melainkan sebuah terobosan paradigmatik yang mencerminkan kematangan berpikir institusi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi Boni, kemajuan sejati sebuah institusi tidak hanya diukur dari modernisasi peralatan atau pembaruan regulasi, tetapi dari sejauh mana institusi tersebut mampu melakukan reformasi dalam cara berpikirnya.
Baca Juga
"Apa yang disampaikan Kapolri merupakan suatu terobosan paradigmatik signifikan yang mencerminkan Polri di bawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengalami kemajuan yang signifikan, tidak hanya dalam reformasi kelembagaan, tetapi dalam reformasi berpikir. Pada waktunya nanti, terobosan berpikir macam ini niscaya membawa Polri pada tahapan budaya institusi yang jauh lebih menjanjikan bagi pembangunan hukum dan demokrasi di Indonesia," kata Boni dalam keterangan tertulisnya, Senin, 21 September 2026.
Boni menekankan bahwa diskursus mengenai kepemimpinan perempuan dalam institusi Polri bukan hanya narasi retoris, melainkan merupakan pergeseran paradigma institusi kepolisian yang harus disertai dengan tindakan nyata dan berkelanjutan.
Baca Juga
Ia menyebut bahwa reformasi berpikir semacam ini, apabila dijaga konsistensinya, niscaya akan membawa Polri menuju tahapan budaya institusi yang jauh lebih menjanjikan, tidak hanya bagi organisasi Polri itu sendiri, tetapi bagi keseluruhan pembangunan hukum dan konsolidasi demokrasi di Indonesia.
Boni menegaskan bahwa komitmen Kapolri terhadap pemberdayaan Polwan bukan sekadar pernyataan tanpa fakta. Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengambil sejumlah langkah konkret dan terukur yang mencerminkan pergeseran paradigma tersebut ke dalam kebijakan institusional yang nyata.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Langkah-langkah ini menjadi bukti bahwa narasi kesetaraan yang diusung Polri memiliki akar tindakan yang kuat dan terstruktur.
“Contoh pertama adalah Polri secara aktif mengintegrasikan program pelatihan kepemimpinan khusus bagi Polwan di berbagai jenjang pendidikan kepolisian, mempersiapkan mereka untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di seluruh satuan kerja Polri,” tambah Boni.
Halaman Selanjutnya
Selanjutnya, Polwan kini semakin banyak ditempatkan di posisi-posisi strategis dan struktural, mulai dari jabatan Kepala Satuan hingga pimpinan wilayah, sebagai wujud nyata dari kebijakan meritokrasi berbasis kompetensi tanpa diskriminasi gender.