Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Bangka Belitung melakukan holding 1.300 kelompok petani lada putih, guna meningkatkan mutu dan kualitas komoditas unggulan ekspor daerah itu.
"Saat ini, kita sudah mengholding 1.300 kelompok petani lada, agar mereka bisa mengakses pasar internasional," kata Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan Badan Karantina Indonesia (Barantin) bekerja sama dengan Kementerian UMKM telah meluncurkan Program Holding UMKM, guna mengonsolidasikan dan mendampingi produk lokal agar memenuhi persyaratan protokol karantina tanpa ada penolakan produk dari negara tujuan ekspor.
"Melalui holding kemitraan ini untuk mengajak masyarakat yang tergabung dalam UMKM bisa mudah melalulintaskan komoditas berpeluang ekspor," katanya.
Ia menyatakan berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology, volume ekspor lada putih Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 1,37 ribu ton dengan frekuensi pengiriman 184 kali dan nilai ekonominya Rp180 miliar.
Sementara itu, lalu lintas komoditas lada putih untuk tujuan domestik mencapai 6.323 ton dengan pengiriman 308 kali dengan nilai nominal Rp535,89 miliar dengan tujuan utama ekspor lada putih ke Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
"Beberapa waktu lalu, kita sudah mendampingi kelompok petani lada ini dalam mengekspor 8,2 ton lada putih dengan tujuan Belanda," katanya.
Ia berharap holding kelompok petani lada putih yang tergabung dalam UMKM ini dapat memotivasi para petani untuk lebih mengembangkan usaha perkebunan ladanya, sehingga produksi komoditas unggulan daerah ini kembali meningkat.
"Lada putih Bangka Belitung ini memiliki potensi sangat besar dan berpeluang untuk terus dikembangkan sebagai komoditas unggulan berorientasi ekspor," katanya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.