Karantina Babel intensifkan layanan Klinik Ekspor - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan edukasi dan layanan Klinik Ekspor, guna mendukung akselerasi perdagangan internasional untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat mengetahui persyaratan protokol karantina tanpa ada penolakan produk dari negara tujuan ekspor," Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Minggu.

Ia menyatakan sosialisasi, edukasi dan pelayanan Klinik Ekspor sebagai bagian Program "Road To Badan Karantina Indonesia (Barantin) Day" dan Peringatan Hari Karantina Indonesia Ke-149 yang diperingati setiap 18 Oktober, guna meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah ini.

"Dengan adanya kegiatan Hari Karantina ini diharapkan peran karantina dapat secara langsung diterima masyarakat dan mereka secara sadar, patuh untuk memenuhi persyaratan karantina sesuai dengan protokol kesehatan lalu lintas komoditas wajib karantina baik hewan, ikan dan tumbuhan," katanya.

Ia menyatakan dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat ini, Karantina Provinsi Kepulauan Babel tidak hanya mengintensifkan sosialisasi dan edukasi tetapi juga membimbing, mendampingi calon-calon eksportir di daerah ini.

"Kami juga melibatkan generasi Z dan mahasiswa agar mereka bisa terlibat langsung dalam sistem kekarantinaan sehingga generasi penerus bangsa ini memiliki bekal dan mandiri dalam mendukung perekonomian Kepulauan Babel ini," katanya.

Menurut dia, tanpa dukungan dan keterlibatan partisipasi dari masyarakat, tentunya apa yang menjadi tujuan, tugas dan peran karantina tidak akan berhasil dicapai.

"Kami sebagai alat pertahanan negara non-militer untuk melindungi keanekaragaman hayati, karantina mendukung akselerasi perdagangan internasional dan akselerasi go ekspor dapat meningkatkan hilirisasi dan ekspor produk unggulan komoditas pertanian, perkebunan, perikanan di daerah ini," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.