Liputan6.com, Seoul - Pulau Jeju, Korea Selatan tengah menjadi sorotan usai empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di pulau tersebut ditemukan tewas dalam rentang tiga hari.
Dikutip dari Channel News Asia dan Kantor Berita Yonhap, Rabu (26/8/2026), kasus-kasus tersebut tidak saling berkaitan, namun dua di antaranya diduga ditutup oleh petugas yang sama tanpa memastikan bahwa orang yang dilaporkan hilang berada dalam kondisi aman.
Rangkaian penemuan jenazah ini bermula pada 22 Agustus, ketika seorang pria berusia 60-an ditemukan tewas di Songdang-ri, Gujwa-eup, Kota Jeju.
Pria tersebut sebelumnya dilaporkan hilang pada 2 Juli. Namun, petugas polisi yang sama yang menangani kasus Jang Mi-ran diduga menutup laporan tersebut secara keliru dengan cara serupa. Keluarganya kemudian kembali melaporkan kehilangan pria itu pada 21 Agustus, sehingga pencarian dilakukan kembali sebelum jasadnya ditemukan.
Sehari kemudian, pada 23 Agustus sekitar pukul 03.04 waktu setempat, seorang nelayan menemukan jasad seorang pria yang diperkirakan berusia 70-an di perairan dekat Sinheung-ri, Jocheon-eup, Kota Jeju. Nelayan tersebut kemudian melaporkannya kepada layanan pemadam kebakaran 119.
Penjaga Pantai Jeju memastikan pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Tuan A, telah dilaporkan hilang ke Kantor Polisi Jeju Timur pada 22 Agustus. Polisi masih menyelidiki penyebab dan keadaan pasti kematiannya.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 09.35, orang lain yang sebelumnya dilaporkan hilang juga ditemukan tewas di dekat sebuah lembah di Aewol-eup, Kota Jeju.
Sekitar pukul 10.46, jenazah yang diyakini sebagai Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang hilang sejak Mei, ditemukan di dekat penginapan tempatnya tinggal dalam jangka panjang. Penemuan itu terjadi 104 hari setelah ia menghilang.
Kasus Jang menjadi sorotan nasional setelah polisi diduga menutup laporan kehilangannya tanpa memastikan keselamatannya. Setelah kasus tersebut dilaporkan kembali pada bulan lalu, polisi melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan jenazahnya.