Kekeringan Melanda Garut, Dispertan Terjunkan Pompa Air Selamatkan Sawah Warga - ANTARA News Jawa Barat

Garut (ANTARA) - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menurunkan tim melakukan pompanisasi air untuk menyelamatkan lahan sawah seluas 33 hektare yang terdampak kekeringan akibat kemarau agar bisa dilakukan panen.

"Ada 33 hektare yang berhasil dipulihkan," kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian di Garut, Minggu.

Ia menuturkan, musim kemarau telah menyebabkan lahan pertanian di sejumlah daerah dilanda kekeringan karena tidak terjangkau dengan sumber air terdekat seperti sungai maupun mata air.

Lahan pertanian yang sulit dijangkau aliran air irigasi, kata dia, dilakukan dengan cara pompanisasi yakni menarik air untuk bisa memenuhi kebutuhan air lahan tani yang kekeringan.

"Jika ada laporan terjadi kekeringan, petugas akan melakukan upaya pompanisasi dengan menggunakan pompa brigade yang disiagakan," katanya.

Ia menyampaikan, Dispertan Garut saat ini sudah menyiapkan 95 unit pompa air yang disiagakan di seluruh kecamatan untuk membantu petani menarik air ke lahan pertaniannya.

Upaya pompanisasi itu, kata dia, baru mampu mengatasi lahan pertanian seluas 33 hektare dari lahan pertanian yang terdampak kekeringan dilaporkan seluas 452,8 hektare.

"Sisanya sedang diupayakan, kendalanya di sumber air yang semakin kering," katanya.

Ia menyampaikan, sepanjang sumber airnya memadai untuk dilakukan pompanisasi maka tim pompa yang siaga di setiap kecamatan akan langsung bergerak merespons cepat laporan dari petani.

Terutama, lanjut dia, tindakan pompanisasi air diprioritaskan untuk menyelamatkan tanaman padi yang sudah mau memasuki usia panen.

"Untuk pompanisasi kita fokuskan pada upaya penyelamatan tanaman yang sudah masuk ke fase generatif sehingga bisa dipanen," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.