Garut (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia (RI) menyampaikan saat ini sedang melakukan tahapan proses untuk pembangunan museum atau rumah kebudayaan Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai tokoh asal Sulawesi Selatan di Afrika Selatan (Afsel) yang ditargetkan mulai dibangun tahun 2027.
"Sebenarnya tahun ini kami berencana membangun Museum Syekh Yusuf Al-Makassari di Afrika Selatan, tetapi karena perizinannya cukup rumit, kemungkinan baru desain dan baru dilanjutkan tahun depan," kata Direktur Promosi Kebudayaan pada Kemenbud RI Wawan Yogaswara di Cipanas, Garut, Jawa Barat, Sabtu.
Ia menuturkan Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan tokoh dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang ketokohannya diakui sebagai pahlawan di dua negara yakni Indonesia dan Afrika Selatan, kemudian makam dan peninggalannya ada di negara itu.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenbud akan membangun Museum Syekh Yusuf Al-Makassari di Cape Town, Afrika Selatan.
Rencana pembangunan museum tersebut, kata dia, berawal dari permintaan masyarakat dan keturunan dari Syekh Yusuf Al-Makassari kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu melakukan kunjungan ke negara tersebut.
"Waktu itu Pak SBY menyanggupi diri, maka dibuatlah perencanaan, tetapi karena mungkin anggarannya belum ada, berjalannya waktu, pas Menteri Kebudayaan datang ke Cape Town ditagih sama Menteri Budaya di sana," katanya.
Kemenbud kemudian menindaklanjuti dengan rencana pembangunannya mengadopsi arsitektur Kerajaan Gowa dulu yang dimodifikasi disesuaikan dengan kondisi lingkungan daerah tropis di Afrika Selatan.
Terkait anggaran untuk pembangunannya, kata dia, sudah disiapkan sebesar Rp62 miliar dengan harapan bisa selesai perizinan dan pembangunannya pada tahun 2027.
"Insya Allah tahun depan sudah bisa dibangun," kata Wawan.
Ia berharap keberadaan museum tersebut bisa menjaga persahabatan kedua negara dan mengenalkan nilai-nilai kebudayaan dari Sulawesi Selatan, umumnya Indonesia.
"Harapannya nanti di sana bisa berkembang sebagai rumah budaya Indonesia, sebagai pusat kebudayaan," katanya.
Ia menjelaskan gerakan tokoh dari Makassar itu telah membawa ajaran Islam, ajaran Tasawuf, juga berperan sebagai patriot, kemudian seorang intelektual, dan membawa nilai budayanya ke luar.
Perjalanan Syekh Yusuf Al-Makassari, kata dia, sempat diasingkan oleh Belanda ke Sri Lanka, karena membahayakan pengaruhnya terhadap anak muda di sana, kemudian dipindahkan ke Cape Town, Afrika Selatan.
Keberadaan Syekh Yusuf Al-Makassari di negara itu, kata dia, telah menyebarkan banyak ajaran yang baik, mengembangkan ajaran Islam yang cukup cepat diterima masyarakat.
"Meninggalkan banyak ajaran-ajaran baik, jadi Islam berkembang cukup cepat di sana, dan di sana ada kampung yang namanya Kampung Macassar," katanya.
Ia menyampaikan Syekh Yusuf Al-Makassari sampai saat ini menjadi panutan bagi masyarakat di negara itu, bahkan setiap tahunnya ada Festival Keramat sebagai kegiatan penghormatan.
"Banyak peninggalan Syekh Yusuf itu, bentuknya manuskrip-manuskrip, nah kebetulan makamnya juga ada di sana," kata Wawan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah targetkan Museum Syekh Yusuf di Afsel mulai dibangun 2027
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.