Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat sinergi dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa melalui Program Desa Kreatif, pemetaan potensi ekonomi kreatif desa, serta kolaborasi kelembagaan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
“Seluruh intervensi kementerian dan lembaga yang menyasar desa perlu saling terhubung. Desa yang telah memiliki potensi ekonomi kreatif akan kita dorong dan kembangkan bersama. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru di desa,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan yang diterima, Jumat.
Riefky mengatakan pengembangan desa merupakan salah satu prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan dari desa.
Untuk mewujudkannya, Kementerian Ekraf menjalankan Program Pengembangan Desa Kreatif yang mengintegrasikan berbagai intervensi lintas direktorat guna mempercepat pengembangan desa berbasis ekonomi kreatif. Program ini dilaksanakan secara bertahap, mulai dari desa kategori rintisan, produktif, berdaya, hingga mandiri, sesuai potensi masing-masing desa pada 21 subsektor ekonomi kreatif.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menjajaki kolaborasi dalam kurasi desa kreatif, pemanfaatan karya peserta Program Film Jaga Desa, serta optimalisasi jaringan ABPEDNAS untuk mendukung pendataan potensi ekonomi kreatif desa.
“Kita ingin mempercepat pengembangan desa yang telah memiliki potensi ekonomi kreatif agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. Kolaborasi dengan ABPEDNAS menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan Program Desa Kreatif melalui jejaring BPD yang telah terbentuk di berbagai daerah,” tutup Menteri Ekraf.
Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pengembangan desa kreatif melalui jaringan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang telah tersebar di 37 provinsi, 398 kabupaten/kota, dan 25.191 desa.
“Kami siap menjadi mitra Kementerian Ekraf dalam mengidentifikasi dan mengkurasi desa yang memiliki potensi ekonomi kreatif melalui jaringan BPD yang telah kami miliki. Banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi ekonomi kreatif, termasuk pengolahan sampah menjadi produk bernilai tambah, kriya, seni, maupun berbagai potensi lokal lainnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Adhitya.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara Kementerian Ekraf dan ABPEDNAS dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis desa. Kolaborasi ini akan memperluas jangkauan Program Desa Kreatif melalui pemanfaatan jejaring BPD untuk mendukung identifikasi potensi dan pengembangan desa kreatif di berbagai daerah.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026