Kemenhub Pacu Green Logistics Corridor, Siapkan Era Angkutan Barang Rendah Emisi

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya mempercepat transformasi sektor angkutan barang menuju sistem logistik nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan rendah emisi melalui pengembangan Green Logistics Corridor sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi transportasi nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan, Robby Kurniawan, saat menjadi panelis dalam Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 yang diselenggarakan World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama Indonesia Freight Decarbonization Accelerator (IFDA) di Hotel St. Regis Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Forum bertema "Achieving Energy Security Through Transformation of the Transportation Sector" itu mempertemukan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, lembaga keuangan, serta mitra pembangunan internasional guna mempercepat transisi kendaraan berat tanpa emisi di Indonesia.

Robby menjadi panelis dalam sesi "The National Green Logistics Corridor Initiative: Infrastructure, Regulations, and Enabling Ecosystem".

Dalam paparannya, Robby menegaskan sektor angkutan barang merupakan tulang punggung distribusi nasional sekaligus salah satu penyumbang emisi terbesar di sektor transportasi.

Karena itu, transformasi menuju Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (ZEHDV) harus dilakukan melalui pendekatan ekosistem yang mengintegrasikan kebijakan, infrastruktur, teknologi, pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor.

"Transisi menuju kendaraan berat tanpa emisi bukan semata-mata mengganti mesin diesel menjadi listrik. Yang kita bangun adalah transformasi sistem logistik nasional yang mampu menghadirkan efisiensi ekonomi, meningkatkan daya saing industri, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mewujudkan transportasi yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Robby, Kemenhub terus memperkuat berbagai kebijakan untuk mendukung percepatan dekarbonisasi transportasi melalui pengembangan transportasi berkelanjutan, peningkatan efisiensi sistem logistik, digitalisasi layanan transportasi, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung penggunaan kendaraan rendah emisi.

Ia menekankan, Green Logistics Corridor menjadi model pengembangan koridor logistik masa depan yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, jalan tol, pusat logistik, kawasan pergudangan, hingga jaringan energi bersih dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Konservasi, Menteri LH Dorong Keanekaragaman Hayati Jadi Penggerak Ekonomi Hijau