Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memastikan berbagai program prioritas nasional tetap menjadi fokus dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 meski ketidakpastian ekonomi global masih membayangi. Pada saat yang sama, pemerintah berupaya menjaga disiplin fiskal agar APBN tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Sudarto mengatakan, tekanan ekonomi global diperkirakan masih memengaruhi perdagangan, rantai pasok, hingga investasi internasional. Kondisi tersebut membuat penyusunan RAPBN 2027 dirancang secara hati-hati agar mampu menjaga keseimbangan antara pembiayaan program prioritas dan kesehatan fiskal.
"APBN memiliki peran strategis untuk menjalankan fungsi alokasi dan distribusi, tapi juga berperan aktif sebagai katalis pertumbuhan melalui program pemerintah termasuk pemberdayaan peran sektor swasta sebagai motor pertumbuhan ekonomi," ujar Sudarto dalam Forum Konsultasi Publik RUU APBN 2027, Kamis (6/8/2026).
Menurut Sudarto, APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan negara, tetapi juga menjadi bantalan untuk menjaga stabilitas ekonomi ketika tekanan global meningkat. Karena itu, pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian fiskal agar ruang anggaran tetap terjaga tanpa mengurangi dukungan terhadap agenda pembangunan.
Ia menambahkan, penyusunan RAPBN juga membutuhkan masukan dari berbagai kalangan agar kebijakan fiskal yang dihasilkan semakin kredibel, transparan, dan mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang.
"Sebagai instrumen kebijakan publik yang bersifat dinamis, proses perencanaan dan perumusan APBN membutuhkan banyak perspektif dari kacamata publik. Perspektif publik dibutuhkan sebagai bahan penyempurnaan sekaligus perwujudan good governance," kata Sudarto.
Pemerintah sebelumnya menegaskan APBN tetap menjadi instrumen utama untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta program pembangunan lainnya. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menjaga kesehatan fiskal agar ruang anggaran tetap memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, dan mempertahankan keberlanjutan fiskal.