Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mengajak pemerintah daerah mempersiapkan event-event unggulan untuk didaftarkan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2027 yang menjadi salah satu program unggulan dalam menghadirkan event-event berkualitas dan terkurasi dari berbagai daerah di Indonesia.
"Pariwisata adalah salah satu motor penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia. Ketika pariwisata bergerak, ada UMKM yang tumbuh, pekerja seni yang mendapatkan ruang, lapangan kerja yang tercipta, dan ekonomi daerah yang ikut bergerak. Di situlah event memiliki peran strategis karena mampu menarik perjalanan wisatawan, menghidupkan destinasi, memperkuat identitas daerah, sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Widiyanti mengatakan pembangunan pariwisata Indonesia ke depan diarahkan pada pariwisata berkualitas, yakni pariwisata yang terus tumbuh dan berdaya saing sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar dan merata bagi masyarakat," katanya.
Dalam KEN 2026, Kementerian Pariwisata mendukung 125 event daerah yang tersebar di 38 provinsi. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 36 event telah selesai dilaksanakan, dua event masih berlangsung, sedangkan 87 event lainnya dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun.
Dari 36 event yang telah selesai dilaksanakan, sebanyak 23 event telah dikaji dampaknya. Hasil kajian mencatat total pengunjung mencapai 1,34 juta orang dengan nilai transaksi ekonomi langsung sekitar Rp90,53 miliar.
Penyelenggaraan event tersebut juga melibatkan sekitar 10 ribu UMKM dan 23,5 ribu pekerja seni, serta membuka lebih dari 20 ribu lapangan kerja. Sementara itu, sepanjang 2025, penyelenggaraan event yang tergabung dalam KEN memberikan dampak ekonomi mencapai Rp13,76 triliun.
Dia berharap proses kurasi menjadi kesempatan bersama untuk meningkatkan kualitas event, mulai dari kekuatan konsep, keunikan daerah, kualitas penyelenggaraan dan pengalaman wisatawan, hingga aspek keselamatan, keberlanjutan, serta dampaknya bagi masyarakat.
Tahapan kurasi KEN 2027 akan dimulai dengan pendaftaran pada 24 Agustus hingga 25 September 2026 melalui dashboard Event by Indonesia.
Selanjutnya, seleksi administrasi dan konten akan berlangsung pada 1–2 Oktober 2026, seleksi wawancara pada 3–13 November 2026, rapat pleno pada 1 Desember 2026, dan pengumuman hasil kurasi pada Januari 2027. Kurasi akan dilakukan oleh tim yang terdiri atas unsur Kementerian Pariwisata dan kurator independen.
Penilaian terbagi dalam lima komponen, yakni ide dan inovasi sebesar 20 persen, pemasaran dan strategi komunikasi 20 persen, manajemen kegiatan 25 persen, manajemen keuangan 20 persen, serta analisis dampak 15 persen.
Menurutnya, program KEN tidak sekadar menghadirkan event sebagai daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai menambahkan proses kurasi dilakukan dengan kurator yang independen dan profesional untuk menggali event-event yang berkualitas tinggi, mampu mendatangkan wisatawan, mempromosikan pariwisata, dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Hafiz mengatakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaan sosialisasi KEN 2027. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing daerah menyusul bencana yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
"Mengingat beberapa wilayah di NTT baru saja terdampak bencana dan saat ini masih dalam tahap penanganan dan pemulihan," ucap Hafiz.
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.