Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mengonsolidasikan penyuluh se-Papua guna memperkuat pendampingan petani, menyinergikan program strategis, dan mempercepat pengembangan Papua sebagai lumbung pangan di kawasan timur Indonesia menuju swasembada.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan peran penyuluh dalam mendampingi petani dan mengawal peningkatan produksi pangan.
"BPPSDMP terus memperkuat kelembagaan dan kapasitas penyuluh agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan terukur," kata Idha yang terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Dia menekankan hal itu usai Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Pertanian se-Papua yang dilaksanakan di Merauke, Papua Selatan, diikuti unsur pemerintah pusat dan daerah, dinas pertanian, Polbangtan Manokwari, BRMP/BBRMP/Loka, Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BLIP) Jayapura, Ketua Kelompok Subtansi dan Ketua Tim Kerja (Katimker) se-Papua, penyuluh pertanian, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Baca juga: Mentan tambah anggaran pertanian Papua untuk kesejahteraan petani
Idha menyampaikan pertemuan itu menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah, meningkatkan pemahaman penyuluh terhadap program strategis Kementerian Pertanian.
"Termasuk menyelesaikan berbagai permasalahan lapangan, sekaligus mengoptimalkan potensi Papua dalam mendukung pembangunan pertanian nasional," ujar Idha.
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan Eko Nugroho Dharmo Putro, mengatakan Papua memiliki potensi sumber daya pertanian yang besar dan perlu dikembangkan secara terarah agar mampu memberi kontribusi lebih besar terhadap produksi pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurut Eko, pembangunan pertanian di Papua tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pengembangan komoditas juga harus diarahkan hingga tahap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.
“Papua memiliki potensi yang sangat besar. Tidak hanya untuk mendukung swasembada pangan, tetapi juga untuk pengembangan komoditas unggulan dan hilirisasi," ujar Eko.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.