Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai peningkatan kemampuan kembali (reskilling) merupakan salah satu upaya penting agar angkatan kerja mampu meraih peluang dari pekerjaan hijau (green jobs).
“Saat ini brown economy sudah bergeser menjadi green economy. Tapi dari sisi tenaga kerjanya, ini ternyata memang harus ada intervensi khusus untuk bisa kita lakukan, salah satu intervensinya adalah melalui reskilling,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker Anwar Sanusi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan “Outlook Ketenagakerjaan 2026”, Kemnaker memproyeksikan potensi jumlah green jobs di Indonesia dapat mencapai 3,88 juta orang pada 2026.
Peluang tersebut muncul menyusul perkembangan energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, dan modernisasi industri.
Anwar mengatakan hal tersebut harus bisa diwujudkan menjadi kesempatan ekonomi baru Indonesia. Namun, peningkatan kompetensi yang relevan perlu didorong oleh berbagai pemangku kepentingan terkait.
Ekonomi hijau, lanjut dia, membutuhkan tenaga kerja yang adaptif dari era ekonomi cokelat yang bergantung pada bahan bakar fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam.
“Karena yang kita hadapi, mereka (SDM) ini adalah yang dari sisi skill, mereka mengisi pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya adalah lower skill, keterampilan-keterampilan yang cukup rendah,” ujar Anwar.
“Dan inilah yang tantangan kalau misalnya kita bergeser kepada green economy, mereka harus melakukan update yaitu reskilling dari sisi keterampilan,” katanya menambahkan.
Selain keterampilan yang relevan di sektor ekonomi hijau, Anwar mengatakan sektor hilirisasi, jasa, hingga pertanian masih berpotensi untuk membuka akses kerja baru.
“Sektor pertanian itu sebetulnya itu sektor yang growing dan menurut saya dengan adanya program nasional seperti misalnya ada program Makan Bergizi Gratis (MBG), ini sebetulnya juga memberikan stimulan bagaimana sektor pertanian ini juga menjadi penyangga dari program tersebut,” katanya.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.