Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:30 WIB
VIVA – Islam Makhachev memastikan UFC 330 bukan menjadi pertarungan terakhirnya di Octagon. Juara kelas welter UFC itu justru masih memiliki ambisi besar untuk melanjutkan kariernya, termasuk memburu rekor kemenangan beruntun.
Baca Juga
Makhachev akan menghadapi Ian Machado Garry dalam duel perebutan gelar kelas welter pada UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Sabtu (15/8/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menjelang pertarungan tersebut, Makhachev mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan pensiun apabila berhasil mengalahkan Garry. Namun, petarung asal Rusia itu langsung menepis kemungkinan tersebut.
Baca Juga
"No, no, no. Saya sudah mengatakan kepada Anda, saya ingin menjadi juara UFC dan kami akan terus, terus bertarung," ujar Makhachev.
Petarung berusia 34 tahun itu juga menegaskan bahwa usia bukan menjadi faktor utama yang menentukan kapan dirinya akan gantung sarung tangan.
Baca Juga
Menurut Makhachev, kondisi fisik dan rasa cintanya terhadap olahraga jauh lebih penting. Selama tubuhnya masih sehat dan dirinya masih menikmati latihan serta pertandingan, dia belum memiliki alasan untuk berhenti.
"Ini bukan soal angka atau usia, tetapi soal kesehatan dan bagaimana perasaan Anda. Itulah mengapa saya merasa hebat. Tidak ada cedera. Saya masih menikmati olahraga ini," katanya.
"Itulah mengapa kami akan bertarung lagi. Anda akan melihat saya berkali-kali," lanjut Makhachev.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi yang sebelumnya muncul mengenai masa depannya. Makhachev sempat dikaitkan dengan kemungkinan mengikuti jejak Khabib Nurmagomedov yang memilih pensiun ketika masih berada di puncak.
Alih-alih berpikir untuk meninggalkan UFC, Makhachev justru memiliki target baru. Dia ingin memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya hingga mencapai angka 20.
Saat mengalahkan Jack Della Maddalena untuk merebut sabuk kelas welter di UFC 322, Makhachev menyamai rekor Anderson Silva dengan 16 kemenangan beruntun di UFC.
Jika mampu mengalahkan Garry, dia akan mencatatkan 17 kemenangan beruntun dan menjadi pemegang rekor tunggal.
"Saya pikir kami sudah memecahkan semua rekor. Itu sebabnya mungkin kami harus mencapai 20 perebutan gelar dan 20 kemenangan beruntun," ujar Makhachev.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kalau kami bisa mencapai 20, itu akan sangat bagus," imbuhnya.
Garry sendiri bukan lawan sembarangan. Petarung asal Irlandia tersebut memiliki rekor 17 kemenangan dan satu kekalahan. Sepanjang pekan pertarungan, Garry juga menunjukkan kepercayaan diri tinggi.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, Makhachev tetap memberikan respek kepada calon lawannya. Dia menilai Garry memiliki kemampuan striking, pertahanan gulat, serta grappling yang mumpuni.