Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jatim memperkuat layanan sosial bagi mustahik melalui penyaluran bantuan pendidikan, usaha, bedah rumah, dan penguatan layanan masyarakat.
“Layanan kepada masyarakat harus terus kita dekatkan dan diperluas. Muslimat NU punya peran penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat, terutama layanan sosial dan keagamaan, bisa dijawab sampai ke tingkat paling dekat dengan masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU mengapresiasi kiprah PW Muslimat NU Jatim yang aktif menghadirkan layanan sosial dan keagamaan bagi masyarakat.
Menurutnya, sinergi Muslimat NU Jatim dan BAZNAS Jatim perlu diperkuat agar manfaat zakat semakin luas, terutama untuk pendidikan, penguatan usaha, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang kita dorong adalah bagaimana kolaborasi Muslimat NU bisa terus diperkuat, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan manfaat. Semakin banyak muzaki yang percaya dan menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, semakin luas pula manfaat bagi mustahik yang bisa kita hadirkan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Khofifah bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin, dan Ketua Muslimat NU Jatim Nyai Hj. Masruroh Wahid menyerahkan bantuan program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) senilai Rp84.850.000 untuk 44 mahasiswa pada Agustus 2026.
Selain itu, diserahkan peralatan usaha dan rombong senilai Rp315 juta untuk 90 mustahik, bantuan modal usaha Rp181.055.000 untuk 85 mustahik, serta bantuan bedah rumah Rp40 juta bagi dua mustahik.
“Yang kita harapkan tentu semakin banyak muzaki yang percaya kepada BAZNAS dan semakin banyak mustahik yang bisa kita bantu. Mudah-mudahan ikhtiar ini terus berkembang dan manfaatnya semakin luas,” katanya.
Khofifah juga menyampaikan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui amanah Rp250 juta dari Masruroh Wahid yang akan digabungkan dengan bantuan Pimpinan Pusat Muslimat NU.
Selain penguatan layanan sosial, Khofifah meluncurkan program Mustika Mulia (Muslimat Cantik Mudin Lilahi Ta’ala), hasil kolaborasi Muslimat NU Jatim dan BAZNAS Jatim untuk memperkuat layanan mudin perempuan di tingkat ranting.
“Ini bagian dari upaya kita mendekatkan layanan kepada masyarakat. Ketika layanan tersedia di tingkat ranting, masyarakat tidak perlu mencari jauh ketika membutuhkan,” katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.