Klarifikasi Jaecoo soal J5 Bunyi Pletak-Sempat Disuruh Ganti Baterai

Jakarta -

Jaecoo memberikan klarifikasi terkait unggahan yang menyebut pengguna J5 diminta ganti baterai usai muncul bunyi pletak. Berikut penjelasan lengkap Jaecoo.

Seorang pengguna Jaecoo J5 melalui akun Facebook Theodorus Hutomo Theo menceritakan permasalahan pada mobil yang dikemudikannya. Permasalahan itu bermula saat dirinya bertolak ke Semarang mengemudikan Jaecoo J5. Tiba-tiba terdengar bunyi 'pletak' dan muncul indikator gambar kura-kura berwarna hijau. Kemudian setelah mobil dimatikan selama 40 menit, normal kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indikator gambar kura-kura muncul lagi esok harinya. Theodorus menceritakan dia kemudian pergi ke bengkel Jaecoo di Semarang dan diberi info ada komponen pecah dan harus ganti baterai senilai Rp 195,5 juta. Theo kemudian membagikan pengalamannya itu dalam sebuah unggahan di grup Jaecoo J5 Indonesia dan ramai disorot warganet.

Singkat cerita, dia sudah dihubungi pihak Jaecoo dan komponen yang rusak sudah diganti per 18 Agustus 2026.

Dikonfirmasi detikOto, Jaecoo menjelaskan awal mula J5 itu bermasalah. Jaecoo menemukan adanya kerusakan pada pelindung bawah baterai yang diakibatkan benturan. Kemudian pipa pendingin dalam kondisi patah yang membuat kebocoran cairan pendingin pada sistem manajemen termal baterai. Adapun proses penggantian keseluruhan di-cover asuransi.

Berikut ini pernyataan lengkap Jaecoo Indonesia.

"Kami telah menerima informasi mengenai kondisi kendaraan JAECOO J5 EV milik pelanggan yang mengalami kerusakan pada bagian bawah kendaraan setelah mengalami insiden saat berkendara. Berdasarkan hasil pemeriksaan langsung yang dilakukan pada 23 Juli 2026 oleh JAECOO Indonesia melalui tim teknis di Dealer JAECOO Semarang, hasil inspeksi menemukan bekas benturan eksternal dan deformasi yang terlihat pada pelindung bawah baterai, disertai kerusakan pada area pipa pendingin baterai. Dua foto inspeksi memperlihatkan bagian pipa pendingin yang sama dalam kondisi patah di dekat titik dudukan/bracket. Kerusakan fisik tersebut menyebabkan kebocoran cairan pendingin pada sistem manajemen termal baterai.

Pada hari yang sama, dealer melakukan pemeriksaan dan investigasi menyeluruh sesuai prosedur yang berlaku. Pada 24 Juli 2026, dealer melanjutkan koordinasi dengan pelanggan mengenai kondisi kendaraan dan proses penanganannya, sekaligus memulai proses pengajuan klaim asuransi. Surat Perintah Kerja (SPK) perbaikan dari asuransi diterbitkan pada 5 Agustus 2026.

Suku cadang yang diperlukan diterima dealer pada 15 Agustus 2026, dan pemasangannya pada kendaraan pelanggan selesai pada 18 Agustus 2026. Selama proses penanganan dan perbaikan, dealer terus memberikan pembaruan kepada pelanggan. Setiap JAECOO J5 EV dilengkapi pelindung bawah baterai sebagai perlengkapan standar, yang dirancang untuk mengurangi paparan battery pack dan komponen terkait terhadap serpihan jalan serta kontak eksternal. Foto inspeksi dalam pernyataan ini menunjukkan bahwa pelindung tersebut terpasang pada kendaraan dan mengalami kerusakan akibat benturan. JAECOO Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga standar keselamatan, kualitas, dan layanan purnajual yang tinggi guna memberikan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan. Terima kasih atas pengertian dan kepercayaan yang diberikan," begitu penjelasan manajemen Omoda Jaecoo Indonesia.

(dry/rgr)