Kodam II/Sriwijaya bangun 500 sumur bor, cegah karhutla
Kamis, 3 September 2026 22:08 WIB
Ilustrasi - Prajurit TNI jajaran Kodam II/Sriwijaya. ANTARA/Yudi Abdullah
Palembang (ANTARA) - Kodam II/Sriwijaya membantu masyarakat membangun 500 titik sumur bor di wilayah Sumatera Selatan yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada setiap musim kemarau.
"Untuk mencegah karhutla di daerah rawan, sekarang ini sedang dilakukan pembangunan sumur bor di wilayah Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Letkol Inf Rainer Denny Rudolf Wajong, di Palembang, Kamis.
Dia menjelaskan, menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah rawan, pihaknya bergerak cepat dengan langkah nyata dan terukur.
Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah pembangunan 500 titik sumur bor yang diproyeksikan tersebar di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla.
"Saat ini 20 titik sumur bor mulai proses pengerjaannya di wilayah rawan karhutla Banyuasin, Muara Enim, dan OKI. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dan responsif TNI dalam memperkuat ketersediaan sumber air sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla," ujarnya.
Menurut dia, tidak mudah mewujudkan sumber air di lapangan, prajurit TNI bersama masyarakat harus bekerja menghadapi berbagai tantangan medan, termasuk kondisi tanah yang sulit dan lapisan batu keras.
Prajurit jajaran Kodam II/Sriwijaya bersama masyarakat terus melakukan percepatan penyelesaian sumur bor agar dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung operasi penanggulangan karhutla pada musim kemarau 2026 ini.
Pembangunan sumur bor bukan sekadar menghadirkan titik air baru, kegiatan ini merupakan investasi ketahanan wilayah, khususnya dalam menghadapi ancaman karhutla yang setiap tahun berpotensi mengganggu lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta keamanan wilayah.
Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, Kodam II/Sriwijaya berkomitmen mempercepat pembangunan seluruh titik sumur bor yang telah ditargetkan.
Setiap sumber air yang berhasil dibangun diharapkan menjadi kekuatan nyata di lapangan untuk mempercepat pemadaman, memperluas kemampuan respons, dan mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Langkah ini menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api telah berkobar, pencegahan harus dimulai dari kesiapan sumber daya, salah satunya ketersediaan air.
Dengan target 500 titik sumur bor, pihaknya menunjukkan komitmen untuk hadir lebih awal, bergerak lebih cepat, dan bekerja bersama masyarakat dalam menjaga hutan, lahan, dan keselamatan masyarakat di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu, jelas Kapendam Letkol Inf Rainer.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026