Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya mendorong kerja sama kebudayaan antara Jepang dan Indonesia melalui ajang Festival Remo Yosakoi 2026 yang diadakan Minggu (12/7) di Surabaya.
"Festival Yosakoi tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama antara Kota Kochi, Jepang, dan Surabaya serta menjadi langkah awal untuk melanjutkan hubungan sister city yang telah terjalin selama bertahun-tahun," kata Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu kepada ANTARA, Minggu.
Menurutnya, Festival Yosakoi merupakan tarian khas yang berasal dari Kota Kochi, dan telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Surabaya, sehingga dinilainya layak untuk terus diperkenalkan melalui festival budaya.
Takonai menjelaskan, Festival Yosakoi pertama kali digelar di Surabaya pada 2003 sebagai bagian dari program kota kembar antara Kota Kochi dan Kota Surabaya yang hingga kini terus mempererat hubungan masyarakat kedua daerah.
Ia menuturkan antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda yang menjadikan Yosakoi sebagai salah satu sarana pertukaran budaya Jepang di Surabaya, terbukti dengan jumlah sebanyak 30 tim dengan sekitar 700 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Takonai menuturkan hubungan sister city antara Surabaya dan Kochi telah berlangsung lebih dari dua dekade dengan dukungan pertukaran kunjungan yang dilakukan oleh delegasi dari kedua kota.
Selain bidang kebudayaan, lanjutnya, kerja sama juga mencakup sektor ekonomi serta pengembangan sumber daya manusia melalui program magang dalam Pemerintah Daerah Kochi bagi perwakilan dari Surabaya.
Ia berharap dalam satu hingga dua tahun mendatang delegasi Kochi dapat kembali mengunjungi Surabaya dengan membawa tim Yosakoi untuk memperkuat hubungan yang telah terjalin.
"Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya memperkuat hubungan Kochi dan Surabaya, tetapi juga mendorong semakin banyak kerja sama sister city antara kota-kota di Indonesia dan Jepang sehingga hubungan kedua negara terus meningkat," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi menjelaskan, hubungan kota kembar Surabaya dan Kochi tidak hanya berkembang melalui pertukaran budaya, tetapi juga mencakup sektor pendidikan, ketenagakerjaan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta promosi berbagai produk unggulan daerah.
Ia berharap, kolaborasi yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade menjadi fondasi penting untuk mempererat hubungan masyarakat kedua kota sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai bidang pada masa mendatang.
Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.