Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Melalui penguatan kelembagaan, pembangunan infrastruktur koperasi, serta perluasan bidang usaha, pemerintah berharap aktivitas ekonomi di desa semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali peran koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional, sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut Ferry, selama ini koperasi dinilai tertinggal dibandingkan badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta. Karena itu, pemerintah mendorong koperasi agar memiliki peran yang lebih besar dalam berbagai sektor ekonomi.
"Sekarang secara bertahap oleh Bapak Presiden, ketertinggalan badan usaha koperasi dibandingkan badan usaha swasta dan badan usaha milik negara telah mulai bangkit kembali untuk memberikan andil yang sebaik-baiknya bersama dengan badan usaha swasta dan BUMN," kata Ferry dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Ia menjelaskan, pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan diharapkan mampu menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru, sehingga perputaran uang tidak lagi terkonsentrasi di perkotaan.
"Mereaktifasi perekonomian desa dengan mendirikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di setiap desa dan kelurahan, dan insyaallah nanti akan bermanfaat bagi perputaran uang di desa dan juga bagi pertumbuhan ekonomi di desa-desa," ujarnya.
Selain membangun jaringan koperasi di seluruh Indonesia, pemerintah juga mulai membuka peluang agar koperasi dapat masuk ke berbagai sektor usaha. Langkah ini diharapkan membuat koperasi memiliki daya saing yang lebih kuat sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di masa mendatang.