Jakarta -
Selain makanan kekinian, di Pasaraya Blok M juga ada kopitiam bergaya heritage dengan lebih dari 40 pilihan menu. Mulai dari butter kaya toast lembut sampai ayam bumbu rujak, bisa dicicipi di sini!
Blok M biasanya diisi pilihan makanan kekinian dan viral. Namun, sebenarnya di kawasan Pasaraya, masih ada tempat makan bergaya kopitiam heritage dengan pilihan menu beragam dan 'comforting.' Namanya Koffietiam Tiantang yang resmi dibuka 9 April lalu.
Baru buka sekitar 5 bulanan, kopitiam ini berhasil menarik perhatian pelanggan yang ingin menikmati pilihan makanan lebih variatif dan tempat kumpul nyaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kopitiam ini berawal dari keinginan pemiliknya, Bambang yang mau punya bisnis 'on market' dan bisa menyediakan makanan untuk semua orang. Usaha ini juga didirikan Bambang sekaligus untuk menyediakan lapangan kerja bagi siapa saja.
"Tujuannya kita memang pengen berbisnis kuliner. Tapi kita pengen istilahnya providing food for everybody, providing job for all the youngest juga. Buka lapangan kerja. Minimal kita bisa nyumbang sedikit-sedikit," ujar Bambang kepada detikFood.
Koffetiam Tiantang memiliki akar konsep seperti kopitiam tradisional yang bisa menjadi tempat kumpul banyak orang untuk bersantai, meeting, atau sekadar menikmati makanan enak.
Bambang mengungkap, "Karena ini konsepnya memang buat tempat ngumpul, buat tempat ngobrol. Mau ketemu relasi, mau ketemu siapapun silahkan aja ngobrol di sini. Nah itu sih konsep kita."
1. Kopitiam bergaya heritage di blok M
Koffietiam Tiantang menawarkan konsep dan suasana heritage ala kopitiam tradisional. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Di tengah banyaknya kopitiam bergaya modern, Koffietiam Tiantang menawarkan konsep berbeda. Kopitiam ini mengusung konsep heritage yang masih mempertahankan nuansa dan gaya kopitiam tradisional lama.
Hal ini dibuktikan dari dekorasi dan interior kopitiam yang menggabungkan unsur kayu klasik dengan sentuhan budaya Tionghoa-Peranakan. Meja, kursi, hingga beberapa hiasan di sekitar area kopitiam juga sebagian diboyong langsung dari koleksi pribadi pemiliknya. Bahkan beberapa dekorasi ada yang umurnya mencapai ratusan tahun.
Dilengkapi dengan interior khas Tionghoa-Peranakan dengan pencahayaan hangat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Pencahayaannya juga seolah diatur, sehingga memberikan kesan yang lebih hangat dan nyaman.
Tak sekadar menawarkan meja dan kursi biasa, pemiliknya juga menyediakan kursi pijat yang bisa dipakai gratis oleh siapa pun. Tenang saja, di sebelah kursi pijatnya ada meja, jadi bisa ngopi sembari bersantai di kopi pijat.
2. Lebih dari 40 pilihan menu
Kepiawaiannya masak dan kegemarannya dalam dunia kuliner membuat Bambang memilih untuk berkecimpung di dunia Food and Beverages.
Selain dekorasi yang berbeda, menu yang ditawarkan kopitiam di sini juga cukup unik. Sebagian besar menu Koffietiam Tiantang merupakan masakan tradisional yang memang populer dan sudah banyak digemari, misalnya rawon, soto, hingga mie ayam. Namun, kopitiam ini juga punya menu kopi dan makanan ringan lainnya.
"Jadi kita pengin menghadirkan bukan hanya sekadar kopi, tapi juga ada makanannya. Setelah makan silahkan ditutup dengan kopi. Atau dibuka misalnya dengan bakso gorengnya. Mulai dari makanan pembuka sampai akhirnya makanan utama sampai makanan penutup ada di sini," jelas Bambang.
Makanan-makanan tradisional yang ditawarkan di Koffietiam Tiantang juga kebanyakan masakan Jawa, dengan beberapa diambil dari resep keluarga.
Meskipun begitu, Bambang tidak ingin sebatas menawarkan masakan tradisional. Ia juga ingin menawarkan pilihan lebih variatif ke pelanggan, khususnya anak-anak muda yang sedang berkunjung ke Blok M.
Oleh karena itu, hadir juga beberapa menu Western hingga minuman kekinian, seperti Ice Cream Matcha, Butterscotch Cloud latte, Cheesecake Cloud Latte, Mochi Cloud, dan masih banyak lagi.
Saat ini kurang lebih ada 40 menu makanan dan minuman yang bisa dicoba di Tiantang. Ke depannya menurut Bambang, akan ada terus menu-menu yang berkembang.
"Mungkin beberapa waktu ke depan kita akan hadir juga dengan menu yang lebih lengkap dan terus berkembang," ujar Bambang.
Harganya juga masih terjangkau. Untuk di kawasan Blok M, pelanggan bisa menikmati makanan dan minuman mulai dari harga Rp 20.000an saja.
3. Menu Tradisional Ayam Boemboe Roedjak hingga Rawon
Ayam Bakar Bumbu Rujak yang potongan ayamnya besar, lembut, juicy, dengan bumbu meresap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
DetikFood mencoba beberapa menu tradisional andalan di sini. Salah satunya Ayam Boemboe Roedjak yang dikenal jadi favorit.
Seporsinya Rp50.000 sudah termasuk nasi putih dan ayam dengan potongan sangat besar. Kami mencicipi bagian paha yang dagingnya empuk, lembut, dan juicy. Bahkan dipoteknya pun tidak sulit.
Bumbu rujaknya menyeliputi tebal permukaan ayam dan meresap sampai ke dalam daging. Rasanya dominan gurih dengan rempah-rempahan yang tipis.
Meski warna bumbunya tampak merah, rasa ayam ini tidak pedas. Ada pun sentuhan smokey dari ayamnya yang tampaknya dibakar terlebih dahulu.
Koffietiam Tiantang juga punya menu rawon yang jadi salah satu andalan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Rawon juga tak kalah menarik dicicipi. Tersedia rawon daging maupun campur antara daging, paru, dan babat. Namun, kami mencoba Rawon Dagingnya (Rp65.000).
Rawonnya punya kuah gelap yang khas dari pemakaian kluwek. Rasanya gurih asin dengan isian daging melimpah dan potongan daging besar-besar. Dagingnya juga empuk. Ditambah kucuran jeruk nipis jadi semakin nikmat karena ada sensasi asam menyegarkan.
4. Mie Kari Ayam Tiantang tak kalah menarik dicoba
Mie Ayam Karinya juga tidak boleh dilewatkan kalau ke sini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Mie ayam menjadi salah satu menu yang umumnya hadir di kopitiam peranakan. Koffietiam Tiantang juga punya beberapa menu mie ayam, tetapi salah satu yang memikat perhatian kami adalah Mie Kari Ayam Tiantangnya (Rp40.000).
Semangkuknya terdiri dari mie, suwiran ayam, irisan daun bawang, pangsit goreng, dan kuah kaldu kari disajikan terpisah.
Menggunakan mie keriting yang teksturnya kenyal pas, tidak kering. Lalu disajikan bersama suwiran ayam melimpah. Disiram bumbu kari kental dan pekat. Supaya rasanya lebih menyatu, lebih baik diaduk rata terlebih dahulu bersama mienya.
Dimakan begini saja menurut kami sudah nikmat. Bumbu karinya cenderung seperti racikan kari Indonesia yang gurih, pedas berempah tetapi tidak begitu kuat.
Bisa disiram dengan kuahnya kalau mau sedikit lembek atau basah. Kuahnya juga diberi sentuhan kari sedikit. Rasanya gurih pas dengan jejak rasa rempah jahe yang tercecap cukup kuat.
5. Kaya Butter Toast hingga Kopi Butter sebagai penutup
Koffietiam Tiantang juga punya Kaya Butter Toast lembut dengan perpaduan manis gurih pas. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Toast atau roti bakar memang bisa ditemukan hampir pada semua kopitiam. Begitu juga di Koffietiam Tiantang yang punya menu Kaya Butter Toast (Rp24.500). Namun, Kaya Butter Toast di sini cukup berbeda dari yang lain.
Mereka pakai roti brioche dan selai srikaya produksi sendiri. Rotinya tebal dengan tekstur renyah khas roti bakar yang masih terasa di bagian luar tetapi ketika digigit, kami bisa merasakan tekstur roti brioche sangat lembut. Selai srikayanya juga punya tekstur yang halus, manisnya pas, dan ada sentuhan gurih dari butternya.
Kaya Butter Toast ini pun cocok dinikmati beserta Kopi Butter (Rp38.000) yang disajikan panas. Rasa kopi klasik pekat yang cenderung pahit dan manisnya pas dipadukan dengan butter yang menambah tekstur creamy dan gurih nikmat.
Cocok dinikmati bersama dengan Kopi Butternya yang manis, pahit, creamy dan sedikit gurih. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Kalau mau yang lebih menyegarkan bisa pesan Es Teh Tarik. Beda dari es teh tarik pada umumnya yang punya warna cenderung pekat, di sini teh tariknya punya warna cenderung lebih muda seperti teh susu. Rasanya bukan yang dominan berempah, melainkan kami bisa merasakan jejak teh beraroma seperti pakai teh melati. Manisnya juga masih pas.
Koffietiam Tiantang menjadi pilihan pas untuk segala macam agenda karena menawarkan suasana yang hangat, nyaman, dengan kursi dan meja yang luas dan banyak, serta pilihan menu sangat beragam.
Lokasinya bisa ditemukan di Dapuraya, Pasaraya Grande BlokM Lt. LG, Jakarta, Indonesia 12160. Tertarik mampir?
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Kopitiam Gaya Medan Sajikan Sarapan Tradisional Murah Meriah"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)