Korban Banjir Aceh Tamiang Akhirnya Punya Rumah Baru, Kemenhut Rampungkan 8 Hunian

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:40 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Baca Juga

Kali ini, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) bersama Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI) merampungkan pembangunan delapan unit rumah bagi warga terdampak di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh hunian tersebut kini telah ditempati oleh keluarga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Baca Juga

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari komitmen jajaran Polisi Kehutanan untuk hadir membantu masyarakat, tidak hanya menjalankan tugas menjaga kawasan hutan.

“Budhi Bhakti Wirawana mengajarkan bahwa pengabdian Polisi Kehutanan tidak berhenti pada menjaga kawasan hutan. Ketika masyarakat menghadapi bencana, nilai-nilai itu menuntun kami untuk hadir, bergotong royong, dan memberikan manfaat nyata. Menjaga hutan pada hakikatnya juga berarti menjaga kehidupan masyarakat yang bergantung padanya,” ujar Dwi seperti dilansir dari situs resmi Kemenhut, Jumat, 24 Juli 2026.

Baca Juga

Program pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari aksi sosial Kementerian Kehutanan yang disebut sejalan dengan arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni agar kebijakan kehutanan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penyerahan delapan unit rumah dilakukan secara simbolis oleh Dwi Januanto Nugroho kepada Datok Desa Sekumur. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan bimbingan teknis pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang diselenggarakan Ditjen Gakkum Kehutanan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Koordinator Satgas Galapana DPR RI dalam Pemulihan Bencana, T.A. Khalid. Dia mengajak masyarakat untuk mempercepat proses pemulihan melalui penguatan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI), Sustyo Iriyono, mengatakan pembangunan delapan rumah tersebut merupakan hasil gotong royong anggota Polisi Kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Hunian ini berdiri karena semangat kebersamaan keluarga besar Polisi Kehutanan. Setiap dukungan yang diberikan anggota menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Inilah makna Budhi Bhakti Wirawana yang kami wujudkan melalui aksi nyata,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Tak hanya membangun rumah bagi warga terdampak bencana, IPKI juga berencana melanjutkan kegiatan sosial dengan merenovasi Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Desa Sulum, Kecamatan Sekerak, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.