Kronologi Video Pesta Narkoba di Rutan Depok yang Viral, 22 Napi dan 2 Petugas Diperiksa

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Jakarta, VIVA – Video yang memperlihatkan sejumlah pria berjoget di dalam sebuah ruangan mendadak menjadi perhatian setelah beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut semakin ramai diperbincangkan karena salah satu pria tampak membawa botol yang diduga digunakan sebagai alat pengisap sabu atau bong.

Baca Juga

Awalnya, lokasi dalam video disebut-sebut berada di sebuah lembaga pemasyarakatan di wilayah Depok. Setelah dilakukan penelusuran, pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok memastikan bahwa ruangan yang terlihat dalam rekaman memang berada di lingkungannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini kemudian masuk dalam pemeriksaan internal dan melibatkan sejumlah pihak. Berikut kronologinya, sebagaimana dihimpun Viva pada Senin (5/10/2026). 

Baca Juga

Kronologi Viralnya Video Pesta Sabu di Rutan Depok

Berikut rangkaian perkembangan kasus video yang diduga memperlihatkan pesta narkotika di dalam Rutan Depok:

Baca Juga

1. Video pria berjoget beredar di media sosial

Kasus ini bermula dari beredarnya sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pria berada di dalam ruangan tertutup. Mereka terlihat berjoget dengan diiringi musik yang terdengar cukup keras.

Dalam rekaman tersebut, seorang pria terlihat memegang sebuah botol yang diduga merupakan bong atau alat yang digunakan untuk mengisap sabu. 

Video itu kemudian menyebar di media sosial dan memunculkan dugaan bahwa kegiatan tersebut berlangsung di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan. Narasi yang beredar sebelumnya menyebut lokasi kejadian berada di Lapas Depok.

2. Rutan Depok memastikan lokasi video

Pihak Rutan Depok kemudian melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Dari hasil investigasi awal, lokasi dalam video ternyata memang berada di lingkungan Rutan Depok.

Kepala Rutan Depok Ario Galih Maduseno membenarkan temuan tersebut. "Ya, setelah kami investigasi apa yang beredar di video tersebut memang berada di Rutan Depok," ujar Ario. 

Temuan itu membuat pihak rutan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap warga binaan maupun petugas yang diduga berkaitan dengan kejadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Sekitar 22 warga binaan menempati kamar tersebut

Pemeriksaan kemudian diarahkan kepada kamar yang terlihat dalam video. Berdasarkan penelusuran awal, terdapat sekitar 22 warga binaan yang menempati kamar tersebut.

Halaman Selanjutnya

Dari jumlah itu, petugas Rutan Depok mendalami keterlibatan tiga hingga empat warga binaan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui peran masing-masing orang dan mengungkap bagaimana dugaan penggunaan narkotika tersebut dapat terjadi.