Jakarta (ANTARA) - Kantor Staf Presiden (KSP) akan menindaklanjuti berbagai masukan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) guna memperkuat pelaksanaan program prioritas nasional melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan KSP siap menjembatani komunikasi antarpemangku kepentingan agar berbagai persoalan yang melibatkan banyak pihak dapat dibahas dan diselesaikan secara bersama-sama.
Menurut Dudung, perguruan tinggi memiliki sumber daya keilmuan, penelitian, dan inovasi yang dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, MRPTNI menyampaikan empat isu prioritas, yakni penyelenggaraan Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS), dukungan perguruan tinggi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan, penguatan kemandirian serta otonomi perguruan tinggi, serta kontribusi akademisi dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya alam.
Terkait PPDS, MRPTNI menyoroti masih terbatas dan belum meratanya distribusi dokter spesialis, tingginya biaya pendidikan, serta perlunya harmonisasi sistem pendidikan berbasis universitas dan rumah sakit.
MRPTNI juga mengusulkan pengembangan rumah sakit pendidikan milik perguruan tinggi secara bertahap sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga mutu pendidikan sekaligus mengendalikan biaya.
Dudung mengatakan berbagai rekomendasi tersebut akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait agar dapat memperkuat pelaksanaan kebijakan pemerintah sehingga lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Audiensi tersebut dihadiri rektor dari 11 perguruan tinggi negeri anggota MRPTNI. Mereka adalah Universitas Negeri Gorontalo (Ketua MRPTNI), Universitas Sumatra Utara (Sekretaris MRPTNI), anggota MRPTNI lainnya, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Brawijaya, Universitas Malikussaleh, Universitas Mulawarman, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tadulako, Universitas Tanjungpura
Baca juga: Bappisus bahas isu strategis nasional bersama MRPTNI
Baca juga: KSP tegaskan negara hadir lindungi hak semua anak binaan di lapas
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.