Moehamad Dheny Permana
| 12 September 2026, 22:32 WIB

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT ke-18 BRICS di New Delhi, Sabtu (12/9/2026). - Foto: Biro Pers Setpres
AKURAT.CO Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 menghasilkan Deklarasi New Delhi yang disepakati bersama negara-negara anggota, untuk menerjemahkan berbagai komitmen ke dalam langkah dan hasil yang nyata.
Deklarasi tersebut diadopsi dalam KTT ke-18 BRICS yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Sabtu (12/9/2026).
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan bahwa pada sesi pertemuan terbatas KTT BRICS 2026 ini berlangsung secara bermakna dan konstruktif dengan berbagai realitas dunia dipaparkan secara jelas.
PM Modi menyebut perubahan dunia membutuhkan pembaruan terhadap institusi-institusi global, terutama dalam aspek representasi, daya tanggap, serta aturan keterlibatan.
"Kita harus bekerja melalui kemitraan dan aksi kolektif untuk menjembatani kesenjangan antara komitmen dan hasil. Deklarasi New Delhi yang diadopsi hari ini memberikan arah yang jelas bagi tekad bersama kita. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk menerjemahkan komitmen-komitmen ini menjadi hasil yang nyata," jelasnya.
Baca Juga: Momen Akrab Prabowo Bersama Modi, Putin dan Xi Jinping dalam KTT BRICS
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kekuatan kolektif BRICS, untuk memastikan berbagai komitmen bersama dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menilai kekuatan tersebut tidak boleh berhenti di atas kertas saja, tetapi harus diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat, serta memperkuat suara Global South dalam menentukan masa depannya.
"Inilah jenis kekuatan kolektif yang kita butuhkan. Kekuatan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat kita. Kekuatan yang memungkinkan Global South memiliki suara yang lebih besar dalam membentuk masa depannya sendiri," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menambahkan bahwa kekuatan kolektif yang dimiliki BRICS juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara.
Menurutnya, kerja sama negara-negara BRICS dapat menjadi kekuatan untuk memastikan suara dan kepentingan negara-negara Global South semakin diperhitungkan dalam tata kelola global.