Bagikan:
JAKARTA – Ada banyak cara menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Dalam Home Sweet Loan The Musical, lagu-lagu karya penyanyi sekaligus penulis lagu Idgitaf hadir bukan sekadar sebagai pengiring adegan, melainkan menjadi suara hati Kaluna—tokoh utama yang bergulat dengan impian, keluarga, dan kerasnya realitas hidup.
Saat kisah yang diadaptasi dari novel laris karya Almira Bastari itu berpindah dari layar lebar ke panggung teater, musik mendapat ruang yang jauh lebih besar untuk bercerita. Setiap lagu dirancang menjadi bagian penting yang mengantar penonton memahami pergulatan batin Kaluna dari awal hingga akhir pertunjukan.
Produser Cristian Imanuell menjelaskan, proses memilih dan mengembangkan lagu dilakukan melalui kolaborasi erat antara penulis naskah musikal Widya Arifianti dan Yemima Krisantina, Head of Development film Home Sweet Loan. Bersama-sama, mereka merancang bagaimana lagu-lagu Idgitaf dapat menjadi "tulang punggung" emosi dalam pertunjukan.
"Lagu-lagu yang dipilih sebelumnya memang mewakili perjalanan perasaan Kaluna di film. Namun di versi musikal, kami ingin lagu-lagu itu tidak hanya menjadi soundtrack, melainkan benar-benar menjelaskan cerita dan perjalanan emosinya," ujar Cristian, dikutip dari video wawancara yang diunggah Visinema di Facebook, Sabtu.
Berbeda dengan versi film yang hanya menghadirkan satu lagu Idgitaf, "Berakhir di Aku", pertunjukan musikal ini akan menyuguhkan sejumlah lagu baru yang ditulis khusus untuk memperkuat berbagai momen penting di atas panggung.
BACA JUGA:
Lagu "Cukup Nggak Cukup" misalnya, menggambarkan kecemasan yang akrab dirasakan banyak orang ketika harus berulang kali memeriksa saldo rekening demi memastikan kondisi keuangan masih aman. Sementara "Amarah Seperti Apa" mengajak penonton menyelami emosi yang muncul ketika konflik terjadi di dalam keluarga—amarah yang justru lahir karena kedekatan dan rasa sayang.
Cristian menyebut setiap lagu ditempatkan pada momen-momen krusial. Mulai dari pembukaan pertunjukan, penutup babak pertama, hingga klimaks di akhir babak kedua, musik menjadi medium yang memperkuat pengalaman emosional penonton.
Menurutnya, seperti dilansir Antara, proses kreatif bersama Idgitaf berlangsung sangat menyenangkan. Penyanyi yang akrab disapa Gita itu dinilai mampu menerjemahkan perasaan tokoh menjadi lirik-lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga penonton dapat merasa seolah sedang mendengar kisah mereka sendiri.
Tak hanya menawarkan pengalaman musikal yang lebih kaya, Home Sweet Loan The Musical juga menghadirkan dua pemeran utama yang akan memainkan karakter Kaluna dengan interpretasi berbeda. Pendekatan tersebut diharapkan memberi warna baru setiap kali pertunjukan digelar.
Diproduksi oleh Indonesia Kaya, Visinema, dan Jakarta Art House, Home Sweet Loan The Musical dijadwalkan tampil di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sepanjang September hingga Oktober 2026.
Lebih dari sekadar adaptasi sebuah novel populer, pertunjukan ini mengajak penonton menyelami keresahan generasi muda tentang rumah, keluarga, impian, dan perjuangan bertahan hidup—dengan lagu-lagu Idgitaf sebagai denyut emosinya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+