Lapas Padang awasi ketat sembilan WBP dengan risiko tinggi

Lapas Padang awasi ketat sembilan WBP dengan risiko tinggi

Selasa, 1 September 2026 16:27 WIB

Image Print

Blok hunian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Padang, Sumatera Barat (Sumbar). ANTARA/FathulAbdi

Padang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengetatkan pengawasan internal bagi sembilan warga binaan berkategori risiko tinggi (High risk) yang kini menghuni lapas setempat.

"Saat ini Lapas Padang dihuni oleh sembilan warga binaan dengan kategori resiko tinggi, terhadap mereka diberlakukan pengawasan ketat," kata Kepala Lapas Padang Ronaldo Devinci Talesa di Padang, Selasa.

Ia mengatakan sembilan warga binaan risiko tinggi itu adalah narapidana yang dijatuhi hukuman maksimal atau tinggi oleh Pengadilan.

Dengan rincian tiga orang merupakan warga binaan yang dijatuhi hukuman mati, sedangkan enam lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup atas kasus pembunuhan dan peredaran narkoba.

Kalapas Padang mengatakan sembilan warga binaan itu ditempatkan pada blok dan sel yang terpisah dari warga binaan lainnya.

Menurutnya tujuh dari sembilan warga binaan dengan resiko tinggi itu dapat mengikuti kegiatan rutin yang sifatnya dinilai kondusif, seperti olahraga pagi atau beribadah.

"Setelah kegiatan selesai mereka langsung dimasukkan kembali ke dalam sel, mereka tidak boleh mengikuti program pembinaan kemandirian dengan alasan keamanan," jelasnya.

Sedangkan dua warga binaan lainnya tidak diikutkan sama sekali oleh Lapas Padang karena pertimbangan keselamatan dan keamanan, sebab perkara pembunuhan yang telah mereka lakukan sebelumnya viral dan diketahui luas oleh masyarakat.

Ronaldo mengatakan sekalipun sembilan warga binaan berisiko tinggi, Lapas Padang tetap memberikan hak mereka untuk berkomunikasi atau dikunjungi keluarga dengan pengawasan yang maksimal.

Ia menerangkan sembilan narapidana itu akan berada di Lapas Padang sampai ada petunjuk baru dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan atau upaya hukum lain.