Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, mengoptimalkan keberadaan Unit Pelayanan Kesehatan Perkantoran (UPKP) karena dinilai efektif memantau kesehatan para pekerja maupun masyarakat umum, khususnya untuk mendeteksi penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus.
"Layanan UPKP dapat diakses secara gratis oleh seluruh masyarakat yang berada di lokasi, tanpa membedakan warga Kota Mataram maupun luar kota," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin.
Layanan UPKP merupakan program jemput bola pemeriksaan kesehatan gratis di perkantoran hingga area publik yang mencakup cek tensi, gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Menurutnya, sebagian besar warga memanfaatkan layanan UPKP untuk pemeriksaan rutin kesehatan, terutama tensi darah dan gula darah.
Langkah itu menjadi fokus perhatian Dinkes Kota Mataram mengingat hipertensi dan diabetes merupakan dua penyakit tidak menular yang menjadi program prioritas nasional.
"Dua penyakit itu termasuk jenis 'silent killer' atau pembunuh senyap yang bersifat kronis," katanya.
Alasannya, katanya, sekali terdiagnosis, penderitanya harus mengonsumsi obat secara rutin seumur hidup. Karena itu, deteksi dini melalui pemantauan rutin seperti di UPKP ini menjadi sangat krusial.
Di Kota Mataram, katanya, saat ini sudah terdapat beberapa UPKP antara lain, UPKP di Kantor Wali Kota Mataram, Pasar ACC, Mal Pelayanan Publik (MPP) yang ada di areal Mataram Mal, dan di Kejaksaan Negeri Mataram.
Jadwal pelayanan UPKP di masing-masing lokasi, disesuaikan dengan kesepakatan pengelola lokasi agar tidak mengganggu operasional rutin pelayanan di Puskesmas induk.
Misalnya, di Kantor Wali Kota Mataram dibuka satu hingga dua kali seminggu, di Kejaksaan Negeri setiap hari Selasa dan Kamis, di Pasar ACC Ampenan setiap Jumat dan Sabtu, serta di Mal Pelayanan Publik (MPP) setiap hari Kamis.
Untuk tingkat kunjungan, akunya, dinilai cukup tinggi. Misalnya, di Kejaksaan Negeri tercatat sekitar 120 orang mengakses layanan dalam kurun waktu tiga bulan, atau rata-rata 30 hingga 40 pasien per bulan, baik dari kalangan internal pegawai maupun pengunjung umum.
Antusiasme tertinggi juga tercatat di lokasi Pasar ACC Ampenan, dengan tingkat kunjungan mencapai sekitar 20-35 per bulan.
"Tingginya tingkat layanan itu, menjadi satu tolok ukur masyarakat dan aparatur menyambut antusias kehadiran layanan UPKP," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026