Gorontalo (ANTARA) - Legislator Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Deisy Sandra Maryana Datau mengatakan menjaga keberlangsungan ekosistem terumbu karang di wilayah tersebut, perlu dilakukan bersama-sama.
"Menjaga kelestarian terumbu karang bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, harus dilakukan secara bersama-sama," kata Wakil Ketua I DPRD Gorontalo Utara tersebut di Gorontalo, Senin.
Menurutnya kegiatan itu, tidak boleh hanya dilakukan oleh satu unsur saja, sebab penyebaran karang di wilayah perairan ini cukup luas dan berada di wilayah berbeda beda.
"Kunci utama adalah peran aktif masyarakat. DPRD pun mendukung langkah tersebut," kata Deisy.
Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait, gencar melakukan edukasi bagi masyarakat dalam rangka pelestarian terumbu karang.
"Edukasi nya perlu dilakukan berulang, agar menjadi budaya bersama mengingat wilayah kita memiliki garis pantai sepanjang 317 kilo meter, yaitu memanjang dari timur ke barat. Sudah pasti pantainya luas, lautnya pun demikian," kata Deisy.
Pelaku pencinta olah raga selam Gorontalo Utara Yasin Ali mengatakan sepakat dengan gagasan edukasi berulang kepada masyarakat, tentang menjaga terumbu karang.
"Apa sih nilai penting dan manfaatnya bagi penopang kehidupan masyarakat pesisir jika gerakan pelestarian dan penyelamatan terumbu karang dilakukan. Masyarakat perlu memahaminya," katanya.
Oleh karena itu, gerakan menjaga terumbu karang, kata dia, tidak hanya sebatas mengajak masyarakat melindungi karang, namun berkaitan dengan aktivitas atau keseharian masyarakat pesisir.
Kebiasaan-kebisaan yang masih bersentuhan dengan aktivitas yang dapat merusak terumbu karang, harus dapat ditekan.
Ia menyebut, wilayah pantai Utara Gorontalo Utara, membentuk pantai yang landai sehingga memiliki kemiringan dengan kedalaman bersusun.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pelabuhan kapal, perahu, bagan di perairan ini, sangat mudah dilakukan dengan menggunakan jangkar.
"Jangkar kalau tidak tertanam dengan baik, tentu tidak bisa menahan kapal dari dorongan arus air laut, menyebabkan kebanyakan kapal nelayan berlabuh di atas kawasan terumbu karang yang berdampak merusak," katanya.
Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapat edukasi tentang pentingnya terumbu karang, khususnya dalam mendukung aktivitas perikanan di wilayah ini.
"Semakin rusak karang, semakin jauh nelayan melaut karena karang adalah rumah ikan. Tentu kelestarian karang perlu dijaga dengan baik" katanya.
Pihaknya berharap perhatian terhadap kelestarian terumbu karang dapat dilakukan bersama-sama dan masif.
"Kita wajib menggerakkan kegiatan perlindungan terumbu karang, apalagi kerusakan nya juga ada yang disebabkan oleh pencemaran dari limbah darat masuk ke sungai, kemudian ke pantai menuju laut," katanya.
Pihaknya berharap masyarakat dan seluruh elemen di daerah itu, bekerja sama menjaga kehidupan terumbu karang dan biota laut lainnya.
"Kelestarian terumbu karang menandakan keberlangsungan kehidupan, sebab dimana ada karang, pasti ada kehidupan laut di situ," kata Yasin.
Komunitas pencinta olah raga selam, tentu tidak akan mampu sendirian melakukan gerakan pelestarian dan penyelamatan terumbu karang.
"Kami yakin dan percaya, masyarakat di daerah ini, akan menjadi garda terdepan menjaga keberadaan terumbu karang. Seberapa kuatnya suatu komunitas, pasti tidak akan mampu melakukan gerakan ini sendiri, sebab yang terpenting dan berkompeten, adalah masyarakat itu sendiri di setiap wilayah pesisir yang ada," katanya.
Sebanyak 123 desa tersebar di 11 kecamatan di daerah itu, 78 desa di antaranya, merupakan desa pesisir.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.