Lewat Pojok Harmoni, IMM Al-Ghozali UMS dorong keluarga sehat mental dan harmonis

Lewat Pojok Harmoni, IMM Al-Ghozali UMS dorong keluarga sehat mental dan harmonis

Jumat, 18 September 2026 14:11 WIB

Image Print

Sesi konseling gratis yang disediakan bagi peserta seminar. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Menjaga kesehatan mental bisa dimulai dari lingkup keluarga, komunikasi sederhana, kemauan untuk saling mendengarkan, hingga berbagi peran dapat menjadi langkah penting untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat dan harmonis.

Hal inilah yang menjadi salah satu fokus Pojok Harmoni, kegiatan edukasi kesehatan mental ini diselenggarakan oleh tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan mengusung program Catur Cerdas (Ciptakan Edukasi, Resiliensi, Digitalisasi, dan Kemandirian Masyarakat).

Mahasiswa Fakultas Psikologi UMS sekaligus perwakilan dari Tim PPK Ormawa Rahmat Syukur Radifan mengatakan semua bisa peduli terhadap isu kesehatan mental mulai dari hal-hal sederhana dalam keluarga.

“Menjaga kesehatan mental dalam keluarga sebenarnya bisa dimulai dari langkah-langkah kecil. Lewat Pojok Harmoni ini, kami ingin memberikan edukasi bahwa komunikasi yang hangat, saling mendengarkan, serta pembagian peran yang adil di rumah adalah fondasi utama menciptakan hubungan keluarga yang sehat dan harmonis,” ujarnya, Jumat.

Pojok Harmoni diikuti oleh 13 ibu-ibu PKK Desa Catur. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama di Caturan Kopi. Setelah itu, peserta melanjutkan kegiatan di Balai Desa Catur dengan mengikuti seminar kesehatan mental bertajuk Sehat Mental Kuat Keluarga yang menghadirkan Fiki Auliyati Nur Afifah, S.Psi., Psikolog sebagai narasumber utama.

Dalam seminar, peserta diajak memahami bahwa menjaga kesehatan mental dalam keluarga dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Fiki juga membagikan lima langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga hubungan yang lebih sehat di dalam keluarga, yaitu meluangkan waktu untuk berbicara, mau mendengarkan, berbagi tugas, membangun kebersamaan sederhana, serta saling memberikan apresiasi.

Kelima hal tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan dalam keluarga tidak hanya dibangun melalui komunikasi ketika muncul masalah. Perhatian kecil, waktu bersama, dan penghargaan terhadap satu sama lain juga dapat membantu menciptakan suasana keluarga yang lebih nyaman.

Seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Salah satu peserta bertanya mengenai cara menyampaikan atau meluapkan emosi ketika sedang menghadapi masalah dengan orang terdekat.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Fiki menekankan pentingnya mempersiapkan diri sebelum menyampaikan masalah. Menurutnya, seseorang perlu lebih berfokus pada apa yang ingin dikomunikasikan, bukan semata-mata pada siapa masalah tersebut disampaikan. Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan dapat lebih terarah.

Fiki juga membagikan cara sederhana untuk membantu menenangkan diri sebelum berkomunikasi, salah satunya dengan mengatur pernapasan selama beberapa detik. Memberikan jeda kepada diri sendiri dan melakukan aktivitas sederhana yang membuat tubuh dan pikiran lebih nyaman juga dapat menjadi pilihan sebelum kembali membicarakan persoalan yang sedang dihadapi.

Selain seminar, Pojok Harmoni juga menyediakan konseling gratis bagi peserta yang didampingi oleh empat psikolog, yaitu Laraz Kunanti Fairuz Syifa’, S.Psi., Psikolog, Estifia Renanda, S.Psi., Psikolog, Dian Nisa Arifah Rahma, S.Psi., Psikolog, dan Tunjung Kusumawicitda, S.Psi., Psikolog. Layanan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh kesempatan berbicara dan mendapatkan pendampingan secara langsung dari tenaga profesional.

Melalui Pojok Harmoni sebagai bagian dari program Catur Cerdas, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan edukasi dan mendekatkan akses masyarakat Desa Catur terhadap layanan psikologis, tetapi juga mendorong terciptanya keluarga yang lebih terbuka, saling mendukung, serta peduli terhadap kesehatan mental dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.