Kami ingin mengajak siswa melihat literasi bukan hanya tentang seberapa banyak anak membaca
Surabaya (ANTARA) - Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya meluncurkan tiga buku karya siswa dalam Literacy Day 2026 di Surabaya, Jumat, yang terinspirasi dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Kami ingin mengajak siswa melihat literasi bukan hanya tentang seberapa banyak anak membaca, tetapi juga tentang seberapa baik mereka memahami, menginterpretasikan, dan memaknai apa yang dibaca," kata National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya Maharsi Palupining Rini.
Dari situ, lanjutnya, siswa dapat memperluas wawasan, melihat perspektif baru, dan menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan di sekitarnya.
Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Literasi Internasional ke-60 dengan mengusung tema “Literacy for People, the Planet, and Prosperity”.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memaknai literasi tidak hanya sebagai kemampuan membaca, tetapi juga memahami berbagai perspektif, mengeksplorasi ide, dan mengolah pengetahuan menjadi karya.
Penguatan literasi dinilai semakin penting seiring luasnya akses anak terhadap informasi melalui buku, internet, media sosial, dan berbagai platform digital.
Anak tidak hanya dituntut memahami teks, tetapi juga menginterpretasikan informasi, membedakan sudut pandang, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan Asesmen Nasional 2025, proporsi siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah yang mencapai kompetensi minimum literasi membaca berada pada angka 55,7 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan penguatan literasi masih perlu dilakukan sejak dini.
Di Sampoerna Academy, penguatan literasi dilakukan melalui pengalaman belajar yang mendorong siswa aktif mencari tahu, memahami, berdiskusi, berefleksi, mengeksplorasi ide, serta menuangkan pemahaman mereka dalam tulisan dan karya kreatif.
Salah satunya melalui kebiasaan “Gemar Belajar” yang merupakan bagian dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Proses pembelajaran juga didukung pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dan 5C, yakni Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character.
Pembelajaran trilingual dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses pengetahuan dan perspektif yang lebih beragam.
Tiga buku yang diluncurkan dalam Literacy Day 2026 merupakan hasil Writing Competition yang diselenggarakan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan Projek Co-Curricular.
Karya terpilih kemudian dikembangkan bersama guru melalui proses pengembangan ide, penulisan, dan revisi hingga menjadi buku.
Pada tingkat Primary, buku yang diluncurkan berjudul Minggu yang Menyenangkan karya Alicia Georgia Marcia Oscar, dengan ilustrasi oleh Gwyneth Allison Supiyan dan Frances Eunice B.B.
Sementara itu, tingkat Secondary menghasilkan dua buku, yakni Panen Kekuatan Rahasia karya Aireen Angelie Effendy, dengan ilustrasi oleh Cherish Annabelle Utomo dan Sumiko Nicoline Pricendra, serta Di antara Ombak & Bisikan karya Annabel Gladys Tjipto, dengan ilustrasi oleh Eugene Poh, Miranda, dan Jennifer.
Bagi siswa, pengalaman tersebut tidak hanya menghasilkan karya yang dapat dibagikan kepada orang lain, tetapi juga melatih mereka mengembangkan ide, menerima masukan, dan menyempurnakan tulisan dengan tetap mempertahankan karakter dan suara mereka.
Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya juga berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya melalui penyerahan buku karya siswa kepada Perpustakaan Umum Surabaya dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Surabaya.
“Budaya literasi membutuhkan ekosistem, di mana sekolah dan perpustakaan memiliki peran yang saling melengkapi. Sekolah membangun proses belajar yang terstruktur, sementara perpustakaan menyediakan akses terhadap sumber belajar sekaligus ruang bagi anak untuk bereksplorasi," kata Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya Dra. Novelija, S.H.
Karena itu, karya siswa yang kami terima hari ini bukan sekadar menjadi koleksi, tetapi juga bagian dari ruang belajar yang dapat dibaca dan menginspirasi anak-anak lainnya.
Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.