Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal membuka pendaftaran Beasiswa Jakarta Unggul atau LPDP Jakarta pada September 2027.
Melalui program ini, warga Jakarta berprestasi berkesempatan menempuh pendidikan jenjang magister (S-2) dan doktor (S-3) di perguruan tinggi terbaik dunia.
Program beasiswa global ini resmi diundangkan setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Kesempatan ini juga dibuka lebar bagi para alumni penerima program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
“Kalau penerima KJMU sudah selesai (sarjana) diperbolehkan ikut untuk mengambil S-2 atau S-3,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).
Untuk mengeksekusi program ini, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp 100 miliar. Adapun mekanisme seleksinya akan digalang bersama LPDP Pusat. Meski begitu, Pemprov DKI memegang kendali penuh dalam menentukan daftar penerima, bidang studi, hingga universitas tujuan sesuai kebutuhan sumber daya manusia Jakarta menuju status kota global.
Seluruh penerima Beasiswa Jakarta Unggul akan mendapat pembiayaan penuh (full scholarship). Selain komponen biaya pendidikan, Pemprov DKI juga menanggung biaya hidup harian, tunjangan buku, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, hingga pembuatan visa.
Tak hanya itu, komponen Beasiswa Jakarta Unggul turut mencakup biaya penelitian tesis atau disertasi, partisipasi konferensi internasional, hingga penerbitan di jurnal ilmiah. Durasi pembiayaan diberikan maksimal dua tahun untuk jenjang S-2 dan lima tahun untuk jenjang S-3.
Pramono berharap bantuan pendidikan tingkat lanjut ini mampu memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup warga Jakarta secara langsung.
“Kalau kemudian anak-anak Jakarta mendapatkan kesempatan untuk sekolah lebih tinggi, maka mereka pasti bisa menjadi orang yang merubah atau lokomotif atau penarik dalam keluarganya,” ucap Pramono.