Mahasiswa KKN UNP bantu hidupkan pesona Nagari Pagaruyung

Padang (ANTARA) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) membantu menghidupkan destinasi wisata sejarah Luhak Nan Tigo, di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

"Kegiatan pengabdian di Nagari Pagaruyung menghadirkan program Revitalisasi Sign System sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata sejarah," kata Ketua Kelompok KKN, Faizul Ihsan, di Padang, Selasa .

Ia mengatakan program KKN diwujudkan melalui pemasangan papan informasi di pintu masuk kawasan Wisata Luhak Nan Tigo, dan pemasangan papan penunjuk arah (Sign System) pada beberapa titik menuju lokasi wisata.

"Dengan pemasangan papan informasi dan petunjuk arah, membantu wisatawan semakin mudah mengunjungi daerah tersebut," lanjutnya.

Ia menjelaskan Nagari Pagaruyung salah satu representasi sejarah dan budaya Minangkabau, memiliki nilai historis yang tinggi karena memperkenalkan tiga wilayah inti Minangkabau, yaitu Luhak Tanah Datar (Luhak Nan Tuo), Luhak Agam, dan Luhak Lima Puluh Koto.

Selain menjadi pusat perkembangan adat Minangkabau, kawasan ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal sejarah, filosofi, serta identitas budaya Minangkabau.

Meski memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya, kawasan Luhak Nan Tigo masih menghadapi beberapa kendala dari sisi fasilitas penunjang.

"Salah satu permasalahan yang ditemukan adalah belum tersedianya papan informasi yang memuat penjelasan mengenai Luhak Nan Tigo secara lengkap, serta minimnya penunjuk arah menuju lokasi wisata," jelasnya.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian wisatawan, khususnya pengunjung yang baru pertama kali datang, mengalami kesulitan dalam menemukan lokasi, dan memahami nilai sejarah yang dimiliki kawasan tersebut.

"Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa UNP membantu pembuatan papan petunjuk tersebut lewat kegiatan KKN," lanjutnya.

Program KKN yang dilaksanakan pada 6 Juli hingga 6 Agustus lalu, diikuti oleh 25 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi, dan berada dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nela Novita Sari, S.Tr.Keb., M.Keb. yang senantiasa memberikan arahan, pendampingan, serta evaluasi selama pelaksanaan program di lapangan.

Kegiatan diawali dengan kegiatan observasi lapangan bersama pemerintah nagari dan masyarakat setempat.

Mahasiswa melakukan survei terhadap akses menuju lokasi wisata, untuk mengidentifikasi kebutuhan fasilitas informasi yang diperlukan pengunjung.

Hasil observasi menunjukkan bahwa wisatawan membutuhkan informasi yang lebih lengkap mengenai kawasan wisata, sekaligus petunjuk arah yang mudah dipahami agar perjalanan menuju lokasi menjadi lebih nyaman.

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, mahasiswa KKN UNP menyusun konsep Sign System yang mengutamakan fungsi informatif sekaligus estetis.

Seluruh proses pembuatan Sign System diawali dengan penyusunan desain, pengukuran lokasi, penentuan titik pemasangan, hingga proses produksi papan menggunakan material yang kokoh dan tahan terhadap kondisi cuaca.

"Papan informasi dirancang agar mampu memberikan gambaran mengenai sejarah dan filosofi Luhak Nan Tigo, sedangkan papan penunjuk arah dirancang dengan desain sederhana namun mudah dibaca oleh pengguna jalan," jelasnya.

Setelah seluruh papan selesai dibuat, pemasangan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat, sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung pengembangan destinasi wisata di Nagari Pagaruyung.

Papan informasi dipasang di gerbang atau pintu masuk Wisata Luhak Nan Tigo, sehingga menjadi pusat informasi awal bagi setiap pengunjung.

Melalui papan tersebut, wisatawan dapat memperoleh penjelasan mengenai Luhak Nan Tigo sebagai tiga wilayah inti Minangkabau yang terdiri atas Luhak Tanah Datar, Luhak Agam, dan Luhak Lima Puluh Koto, beserta karakteristik dan filosofi masing-masing wilayah yang menjadi bagian penting dari sejarah serta kebudayaan Minangkabau.

Selain papan informasi, mahasiswa KKN UNP juga memasang tiga papan penunjuk arah menuju kawasan wisata.

Penunjuk arah tersebut ditempatkan pada jarak 250 meter, 200 meter, dan 100 meter sebelum lokasi wisata, sehingga pengunjung memperoleh panduan secara bertahap hingga tiba di tujuan.

Keberadaan papan penunjuk arah ini diharapkan dapat meminimalkan kebingungan wisatawan dalam menentukan rute menuju kawasan Luhak Nan Tigo.

Informasi yang tersaji membantu wisatawan memahami sejarah Luhak Nan Tigo, sehingga pengalaman berkunjung tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif.

Dengan akses yang semakin jelas dan informasi yang lebih lengkap, kawasan wisata ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk mengenal sejarah Minangkabau secara langsung.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan sektor pariwisata lokal, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penyediaan fasilitas publik yang mendukung kawasan wisata, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UNP, pemerintah nagari, dan masyarakat.

Bagi mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang, revitalisasi Sign System menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang berangkat dari kebutuhan di lapangan.

Melalui inovasi sederhana berupa pemasangan papan informasi dan penunjuk arah, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun wisatawan.

Ke depan, papan informasi dan Sign System diharapkan dapat terus dipelihara sehingga tetap berfungsi sebagai fasilitas penunjang kawasan wisata.

Dengan akses yang semakin mudah dan informasi yang semakin lengkap, Wisata Luhak Nan Tigo di Nagari Pagaruyung diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya yang mampu memperkuat identitas Minangkabau, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.