Mbappe sedih tak bisa beri kemenangan untuk perpisahan Deschamps

Jakarta (ANTARA) - Pemain bintang tim nasional Prancis Kylian Mbappe sedih tak bisa memberikan kemenangan sebagai kado perpisahan untuk pelatih Didier Deschamps, yang sudah membersamai perjalanan Les Bleus selama 14 tahun.

Hal ini dikatakan Mbappe setelah Prancis kalah 4-6 dari tim nasional Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu.

"Pada akhirnya kami tetap kalah, dan itu sangat disayangkan untuk pelatih Didier Deschamps. Kami ingin memberikan sesuatu untuknya. Babak pertama memang memberi kesan bahwa kami mengecewakannya, padahal sama sekali bukan itu yang kami inginkan," kata Mbappe, dikutip dari laman resmi FIFA, Minggu.

Kekalahan ini tak lepas dari penampilan buruk Prancis di babak pertama setelah tertinggal empat gol tanpa balas. Menurut Mbappe, di 45 menit pertama itu, penampilan timnya memalukan dan seolah memberikan kesan tak menghormati mengenakan jersi negara Prancis.

Di titik itu, ia mengungkapkan seluruh pemain saat waktu turun minum benar-benar terpukul. Mbappe pun mengatakan di babak kedua "kami kembali menjadi pemain-pemain kelas dunia", dengan dia mencetak dua gol dan satu assist, meski pada akhirnya tetap kalah 4-6.

"Kami benar-benar terpukul, dan lawan membangunkan kami dengan keras. Pada babak kedua, kami kembali menjadi pemain-pemain kelas dunia, menjadi mesin dengan mentalitas kuat," kata striker Real Madrid itu.

Tambahan dua gol itu membuat Mbappe mengemas 10 gol di Piala Dunia 2026, membawanya menjadi top skor sementara mengungguli Lionel Messi dari Argentina yang baru melesatkan delapan gol.

Jumlah golnya ini juga membawanya memuncaki daftar top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan jumlah 22 gol, melewati Messi yang mencatatkan 21 gol. Mbappe melakukannya ini hanya dalam tiga edisi.

Selain itu, rekor gol yang diciptakan Mbappe membawanya menyamai rekor Gerd Muller di tempat ketiga sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Dalam daftar ini, ia terpaut satu gol dari pemain Hungaria Sandor Kocsis yang mencetak 11 gol di Piala Dunia 1954 dan tiga gol dari legenda sepak bola negaranya Just Fontaine yang mencatatkan 13 gol di Piala Dunia 1958.