Saya berkomitmen memperhatikan dan mendukung untuk pengembangan dan optimalisasi kegiatan serta fasilitas untuk Satpel PVP Sawahlunto ini. Untuk bentuk dan rincian dukungannya seperti apa, itu segera kita bahas bersama tim setelah saya kembali ke Jak
Sawahlunto (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendukung pengembangan Satuan Pelayanan Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja (Satpel PVP) di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, sebagai upaya memperkuat pelayanan ketenagakerjaan di daerah.
"Saya berkomitmen memperhatikan dan mendukung untuk pengembangan dan optimalisasi kegiatan serta fasilitas untuk Satpel PVP Sawahlunto ini. Untuk bentuk dan rincian dukungannya seperti apa, itu segera kita bahas bersama tim setelah saya kembali ke Jakarta," kata Menaker Yassierli di Sawahlunto, Sabtu.
Menurut dia, Satpel PVP Sawahlunto memiliki potensi untuk dikembangkan karena tidak hanya melayani peserta pelatihan dari Sawahlunto, tetapi juga peserta dari daerah lain di Sumbar bahkan Provinsi lainnya di Sumatra.
Kemudian pelaksanaan pelatihan selama ini terpantau berjalan baik dengan lulusan yang dinilai memiliki kompetensi yang cukup dan layak diterima dunia industri.
Dalam kunjungan tersebut, Menaker Yassierli meninjau pelatihan operator track excavator yang dilaksanakan dengan instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang.
Baca juga: Yassierli: Generasi muda harus beradaptasi pada perubahan dunia kerja
Baca juga: Menaker: Data TKA jadi acuan pemerintah siapkan SDM Indonesia
Dia kemudian berdialog dengan para peserta pelatihan dan instruktur serta pendamping dari Satpel PVP untuk menemukan data yang lebih lengkap dan terbaru mengenai kebutuhan di lapangan.
Sementara Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mengatakan pemerintah daerah mendukung optimalisasi Satpel PVP, termasuk melalui pemanfaatan lahan yang masih tersedia untuk pengembangan ruang kelas, area praktik dan fasilitas pendukung pelatihan.
Menurut dia, sejarah pertambangan Sawahlunto dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran vokasi, khususnya untuk pelatihan yang berkaitan dengan pertambangan dan pengoperasian alat berat.
Dia mengatakan penguatan pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi diperlukan untuk memperkuat keterampilan sumber daya manusia Sawahlunto dan Sumatera Barat di bidang pertambangan dan pengoperasian alat berat.
"Selain itu, juga ada dampak ekonomi bagi masyarakat di wilayah sekitar apabila pelatihan di Satpel PVP ini lebih sering dan pesertanya lebih banyak," kata dia.
Baca juga: Pendaftaran Magang Nasional dibuka lagi Oktober dengan kuota 70 ribu
Baca juga: Menaker: Transisi hijau buka peluang baru bagi tenaga kerja Indonesia
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.