Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pendidikan vokasi harus mampu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi dan karakter yang relevan dengan perubahan dunia kerja.
Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan hal ini seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi industri, serta ekonomi hijau dan digital telah mengubah jenis pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan.
“Karena itu, perguruan tinggi vokasi perlu menyesuaikan pola pendidikan agar mahasiswa memiliki kompetensi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Yassierli.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut juga terlihat dari paradigma pasar kerja global yang mulai bergeser dari orientasi pada gelar menuju keterampilan.
Baca juga: RMIT-Kemendiktisaintek sinergi dukung penguatan pendidikan vokasi RI
Dalam situasi tersebut, perusahaan tidak hanya mempertimbangkan latar belakang pendidikan formal, tetapi juga kompetensi, portofolio, dan pengalaman calon tenaga kerja.
Menurutnya, kondisi pasar kerja nasional juga menunjukkan masih adanya lulusan perguruan tinggi yang belum terserap, sementara dunia industri menghadapi kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memastikan kompetensi yang diperoleh mahasiswa selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Mahasiswa harus mampu menunjukkan apa yang bisa dilakukan, bukan hanya apa yang dipelajari. Ijazah tetap penting, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran kesiapan seseorang memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.