Lisbon -
Untuk mengenang satu tahun setelah tragedi kereta gantung di Lisbon, sebuah monumen diresmikan untuk mengenang 16 korban tewas dalam kecelakaan tersebut.
Setahun berlalu, layanan transportasi ikonik itu masih belum beroperasi karena penyelidikan kecelakaan belum rampung. Monumen tersebut dibangun tak jauh dari lokasi kecelakaan.
Sebuah pohon zaitun berusia sekitar 150 tahun berdiri di tengah lingkaran batu kapur yang memuat nama-nama ke-16 korban. Sejumlah duta besar negara asal korban meletakkan karangan bunga dalam upacara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir AP, Rabu (9/9/2026) kecelakaan itu menjadi salah satu tragedi terburuk di ibu kota Portugal dalam beberapa tahun terakhir. Insiden tersebut juga membayangi sektor pariwisata Lisbon yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi kota.
Funikular berwarna kuning itu merupakan salah satu atraksi populer Lisbon karena melayani rute di kawasan berbukit. Dari 16 korban tewas, 11 orang merupakan warga negara asing yang diduga wisatawan.
Sebagai informasi, Kota Lisbon sendiri menerima sekitar 10 juta wisatawan pada tahun lalu, sedangkan Portugal mencatat sekitar 30 juta kunjungan wisatawan setiap tahun.
Pohon zaitun tua sebagai monumen mengenang 16 korban tewas tragedi kereta gantung di Lisbon, Portugal. (Armando Franca/AP)
Hingga kini layanan funikular Gloria itu masih dihentikan selama penyelidikan berlangsung. Dua funikular lainnya juga tidak beroperasi untuk menjalani pemeriksaan, sementara trem reguler yang melintas di jalan-jalan Lisbon tetap beroperasi seperti biasa.
Kecelakaan tersebut juga melukai 24 orang. Hingga kini, penyebab pasti insiden dan pihak yang harus bertanggung jawab masih dalam proses penyelidikan.
Carris, perusahaan transportasi yang mengoperasikan funikular, berencana membuka tender internasional pada kuartal pertama tahun depan untuk memodernisasi Funikular Gloria. Carris menargetkan funikular tersebut bisa kembali melayani penumpang pada 2029.
Kantor Kejaksaan Portugal berharap laporan akhir mengenai penyebab kecelakaan dan kemungkinan adanya unsur pidana dapat diterbitkan pada Maret mendatang. Keluarga korban sebelumnya mengkritik lambannya penyelidikan.
Dalam surat yang diperoleh lembaga penyiaran publik RTP, mereka menyebut telah mengalami a year of silence atau setahun dalam kesunyian dari pihak berwenang. Mereka mengaku tidak mendapat informasi mengenai perkembangan penyelidikan maupun kontak dari pejabat terkait.
Laporan awal yang diterbitkan tahun lalu menyebut putusnya kabel pengaman berbahan baja dan masalah pemeliharaan turut menyebabkan kecelakaan. Funikular meluncur menuruni bukit sebelum keluar dari rel saat melewati tikungan dan menghantam sebuah bangunan hingga kabin kayunya hancur.
(upd/ddn)