Melbourne (ANTARA) - Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mendorong Indonesia dan Australia segera merumuskan langkah-langkah operasional dalam perjanjian keamanan bersama antara Australia dan Indonesia, Jakarta Treaty 2026, guna mempererat hubungan kedua negara.
"Kami sangat menantikan diskusi hari ini untuk merumuskan langkah-langkah operasional bagi perjanjian tersebut, agar benar-benar dapat mewujudkan aspirasi kita bersama dalam mempererat hubungan kedua negara sedekat mungkin," kata Marles dalam Pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia dan Australia di Melbourne, Australia, Rabu.
Marles menjelaskan lokasi geografis Indonesia dan Australia membuat hubungan bilateral memiliki pengaruh sangat besar bagi keamanan nasional kedua negara.
"Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kondisi hubungan kita saat ini berada pada titik terbaiknya. Hubungan ini juga memainkan peran yang kami harapkan dalam menjamin keamanan kedua negara kita," kata Marles.
Marles telah bertemu dengan Menhan RI Sjafrie Samsoeddin dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi. Pertemuan trilateral tersebut membahas berbagai cara bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam mendorong tatanan berbasis aturan di kawasan Indo-Pasifik.
"Terakhir, izinkan saya menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut. Sayangnya, kawasan itu memang rawan bencana alam dan kami sangat menaruh perhatian terhadap peristiwa yang terjadi di sana," ujar Marles.
Sementara itu, Sjafrie Samsoeddin menyampaikan Indonesia berharap dapat memajukan implementasi Jakarta Treaty 2026 dan kemajuan kerja sama pertahanan dengan Australia.
Sjafrie meyakini kemitraan Indonesia dan Australia tidak hanya terbatas pada keamanan kedua negara, tetapi juga untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan bersama.
Pada 6 Februari 2026, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani Indonesia-Australia Treaty on Common Security atau yang lebih dikenal dengan Jakarta Treaty 2026.
Perjanjian tersebut memperkuat konsultasi rutin tingkat tinggi dan komitmen saling mendukung menghadapi ancaman serius.
Kesepakatan juga mencakup pelatihan pertahanan bersama di Indonesia, penugasan perwira senior TNI di Angkatan Bersenjata Australia (ADF), perluasan pertukaran pendidikan militer, serta nota kesepahaman tentang investasi Australia-Danantara.
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.