Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan inovasi membuka peluang baru untuk membantu pasien dengan gagal jantung berat, termasuk melalui penggunaan left ventricular assist device (LVAD).
"Perkembangan teknologi dan inovasi membuka peluang baru untuk membantu pasien dengan gagal jantung berat, termasuk melalui penggunaan left ventricular assist device (LVAD)," ujar Budi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Teknologi tersebut berfungsi membantu kerja jantung dalam memompa darah dan dapat menjadi pilihan bagi pasien tertentu yang membutuhkan terapi lanjutan.
Indonesia telah mulai membangun kemampuan dalam prosedur LVAD. Pengalaman tersebut, kata Budi, perlu dikembangkan dari satu pusat layanan menjadi jejaring yang lebih luas sehingga manfaat teknologi tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Baca juga: RSCM lakukan implantasi LVAD paling kecil di dunia
Ia pun mendorong agar pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari pusat rujukan dapat dibagikan kepada rumah sakit lain, termasuk di luar Jawa.
Serta diharapkan bisa membantu tenaga kesehatan dalam memantau pasien, mengakses pengetahuan medis, serta memberikan dukungan setelah tindakan medis.
Founder dan Chairman Borderless Healthcare Group sekaligus pendiri HeartSpan.ai, Wei Siang Yu menilai bahwa masa depan layanan gagal jantung membutuhkan model kolaborasi yang memungkinkan dokter berbagi pengetahuan tanpa dibatasi wilayah.
Menurutnya, LVAD hanyalah salah satu bagian dari transformasi layanan jantung. Pengembangan knowledge sharing cloud, AI, rehabilitasi, dan terapi regeneratif perlu diintegrasikan untuk membangun sistem perawatan yang lebih menyeluruh.
Baca juga: Mengenal pompa jantung LVAD untuk penderita gagal jantung tahap lanjut
“Bukan hanya alat implan yang menjadi jembatan menuju transplantasi atau terapi definitif. Kami melihat peluang baru melalui kematangan terapi regeneratif, termasuk pengembangan sel punca,” ujar Wei.
Ia menjelaskan knowledge sharing cloud dapat mempertemukan dokter lokal dengan spesialis dari daerah maupun negara lain sehingga tetap dapat memperoleh akses terhadap pengetahuan dan pengalaman klinis dari pusat keunggulan.
Direktur Utama RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Supriyanto Dharmoredjo mengatakan pengembangan layanan gagal jantung membutuhkan ekosistem yang mencakup pelayanan, pendidikan, dan penelitian. RSCM saat ini mengembangkan Advanced Heart Failure Program dan membangun tim multidisiplin untuk menangani pasien gagal jantung lanjut, termasuk melalui pengembangan program LVAD.
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.