Kota Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengatakan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) harus lebih maju dari sebelumnya dengan memanfaatkan potensi sumber daya unggulan yang berada di daerah.
"Saya melihat Kota Palu semakin maju beberapa tahun terakhir. Banyak perubahan-perubahan dilakukan pemerintah daerah diberbagai sektor," kata Supratman saat menjadi Inspektur Upacara HUT Ke-48 Kota Palu yang berlangsung di Palu, Sulteng, Minggu.
Menurut dia, tema HUT yang diusung Pemerintah Kota (Pemkot) Palu Moving in Action atau melangkah maju sangat inspiratif dan memiliki makna yang kuat bagi perjalanan pembangunan Kota Palu.
Ia mengatakan kemajuan suatu daerah harus berlandaskan pada tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan melayani sehingga pada akhirnya tercipta pembangunan merapat, akuntabel, berdaya saing serta berkelanjutan.
“"ni bukan sekadar angka, tetapi merupakan rekam jejak historis yang penuh dengan perjuangan. Kami menjadi saksi bagaimana Kota Lima Dimensi terus bangkit dan bertransformasi menjadi kota yang semakin maju di Indonesia," ujar Supratman.
Ia mengapresiasi upaya Pemkot Palu menata kebersihan dan lingkungan menjadikan kota itu semakin bersih serta memiliki nilai estetika.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak semata-mata dapat diukur dari pembangunan infrastruktur, berbagai hal pendukung terciptanya kemajuan tersebut termasuk hadirnya pelayanan publik yang mampu memenuhi dan melindungi hak-hak masyarakat.
"Tema Moving in Action merupakan panggilan jiwa. Bukan hanya berada pada tataran wacana, tetapi bagaimana penduduknya benar-benar bergerak bersama demi kemajuan daerah. Esensi utama bergerak maju harus berjalan seiring dengan supremasi hukum," ucap Supratman.
Ia mengemukakan kolaborasi lintas sektor juga bagian tidak terpisahkan untuk memperkuat pembangunan di masa depan, karena pemerintah daerah tidak dapat dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak dan partisipasi aktif masyarakat.
"Indonesia dikenal dengan keramahan yang suka gotong royong, begitu pun di Kota Palu gotong royong harus dijaga dan diterapkan hingga lingkungan-lingkungan terkecil lainnya dalam kehidupan sosial masyarakat," kata dia.
Ia menyampaikan kesadaran menjaga kota seharusnya menjadi budaya masyarakat setempat sehingga perubahan yang telah berjalan semakin kuat bertahan dan berkembang.
"Jadikan momentum HUT Ke-48 Kota Palu sebagai refleksi, sekaligus mematahkan inovasi-inovasi yang sudah diciptakan untuk memajukan daerah ke arah lebih baik," ucap Supratman.
Baca juga: Menkum ingatkan pemda utamakan prinsip hukum dalam pembangunan
Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.